Baca dalam 3 menit

Tiongkok Melakukan Screening Intensif Untuk Mendata Pasien Asimtomatik COVID-19

Waktu Publish : 11 Apr 2020, 16:39 WIB
SHARE ARTIKEL

Tiongkok Melakukan Screening Intensif Untuk Mendata Pasien Asimtomatik COVID-19

Ilustrasi Wabah COVID 19 - Image from : Designed by Freepik, gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Menurut surat edaran yang dikeluarkan oleh Mekanisme Pencegahan Bersama dan Kontrol Dewan Negara, Tiongkok telah mendesak untuk melakukan deteksi intensif dan tanggapan cepat terhadap orang yang terinfeksi virus COVID-19 namun tidak menunjukkan gejala.

Kasus tanpa gejala merujuk pada orang yang dites positif terkena virus corona tetapi tidak menunjukkan gejala seperti demam, batuk atau sakit tenggorokan. Pasien tanpa gejala sangat beresiko menularkan virus kepada ke orang lain.

Screening infeksi asimtomatik harus ditingkatkan, menargetkan orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien positif COVID 19, orang-orang yang berada di klaster wabah, mereka yang terpapar COVID 19, dan para traveler dari daerah dengan beresiko tinggi.

Peraturan tersebut juga mengharuskan rumah sakit nasional dan departemen pengendalian penyakit untuk mengambil tindakan segera setelah pasien asimtomatik terdeteksi. Apabila menemukan pasien COVID-19 asimtomatik, institusi kesehatan diperintahkan untuk segera melaporkan infeksi tersebut ke departemen kontrol penyakit di atas mereka, melalui sistem berbasis web, dalam kurun waktu dua jam. Sementara itu, departemen pengendalian penyakit harus menyelesaikan survei epidemiologis; termasuk penyelidikan kontak dekat dalam waktu 24 jam.

Setelah diverifikasi, pasien asimtomatik akan ditempatkan di bawah pengamatan medis terpusat selama 14 hari dan hanya dapat dilepaskan dari karantina setelah dua hasil tes asam nukleat menunjukkan hasil negatif berturut-turut, dengan interval pengambilan sampel kurun waktu lebih dari 24 jam. Namun, pengamatan medis selama 14 hari tersebut masih diperlukan untuk pasien tanpa gejala yang telah dikeluarkan dari karantina. Pasien akan diminta untuk menjalani pemeriksaan fisik lanjutan di rumah sakit selama dua minggu. Kontak dekat dari kasus tanpa gejala juga harus diamati oleh tenaga medis terpusat selama 14 hari.

Sejak tanggal 1 April 2020, Komisi Kesehatan Nasional telah mulai memasukkan informasi tentang kasus tanpa gejala dalam laporan hariannya, untuk merespons kekhawatiran masyarakat secara tepat waktu. Hingga Rabu kemarin (7 April 2020), terdapat total 1.104 kasus tanpa gejala di Tiongkok, termasuk 364 kasus impor dari luar negeri, semuanya masih dalam pengawasan medis.

Terkait

news

Indonesia Kembali Menerima Vaksin Covid-19 dari China

  • Visco Joostensz
  • 01 May 2021

culture

'Life Matters', Film Dokumenter tentang COVID-19 akan Tayang...

  • Isna Fauziah
  • 18 Sep 2020

culture

Drama TV Tiongkok, Pemerintah vs COVID-19 Premier di CCTV

  • Isna Fauziah
  • 18 Sep 2020

news

Penumpang KRL Jabodetabek Dilarang Pakai Masker Scuba dan Bu...

  • Isna Fauziah
  • 16 Sep 2020

health

Negara Dukung Pelatihan Medis Terkait Pandemi COVID-19

  • Isna Fauziah
  • 15 Sep 2020

culture

Pameran Lukiasan Karya Fan Bo Eksplorasi Pengobatan COVID-19...

  • Isna Fauziah
  • 15 Sep 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong