Kuda Emas Kiri Kuda Emas Kanan
Lama Baca 2 Menit

Fosil Ikan Cyprinidae Ungkap Ekosistem Purba Qinghai-Tibet 18 Juta Tahun Silam

23 February 2026, 02:29 WIB

Fosil Ikan Cyprinidae Ungkap Ekosistem Purba Qinghai-Tibet 18 Juta Tahun Silam-Image-1
Fosil Ikan Ungkap Keanekaragaman Tinggi di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet 15 Juta Tahun Lalu

Beijing, Bolong.id - Penemuan fosil ikan terbaru di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet membuka tabir kehidupan purba yang mengejutkan. Para ilmuwan Tiongkok menemukan fosil ikan dari keluarga Cyprinidae yang menunjukkan bahwa kawasan tersebut pernah memiliki keanekaragaman ikan air tawar yang tinggi sekitar 18 hingga 15 juta tahun lalu.

Dilansir dari 中国新闻网, fosil-fosil ini ditemukan di Cekungan Lunpola, wilayah dengan ketinggian rata-rata 4.600 meter di atas permukaan laut. Tim peneliti dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology dan Institute of Hydrobiology melakukan analisis morfologi mendalam dan membandingkannya dengan spesimen ikan modern. 

Hasilnya, fosil tersebut dipastikan termasuk keluarga Cyprinidae dan diduga mewakili dua jenis baru yang berbeda dari spesies sezamannya.

Menariknya, meskipun ditemukan di lokasi dan periode waktu yang berdekatan, fosil-fosil ini memiliki perbedaan bentuk yang jelas dibandingkan temuan sebelumnya di Tibet. Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah pedalaman plateau tersebut dulunya memiliki kondisi lingkungan yang jauh lebih ramah kemungkinan beriklim hangat sedang dibandingkan kondisi ekstrem saat ini.

Keluarga Cyprinidae sendiri merupakan kelompok ikan air tawar terbesar di dunia. Distribusi dan sejarah evolusinya diyakini erat kaitannya dengan pengangkatan Dataran Tinggi Qinghai-Tibet serta pembentukan sistem monsun Asia. 

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Geologica Sinica ini memperkuat pemahaman bahwa perubahan geologi dan iklim besar di Asia Timur berperan penting dalam membentuk kekayaan biodiversitas perairan yang kita kenal sekarang.

Penemuan ini bukan sekadar menambah daftar spesies purba, tetapi juga menjadi kunci untuk memahami bagaimana dinamika alam jutaan tahun lalu membentuk ekosistem air tawar Asia Timur yang kaya saat ini. (*)

Informasi Seputar Tiongkok