
Beijing, Bolong.id - Pusat konservasi ikan langka Sungai Yangtze dekat Bendungan Tiga Ngarai, ratusan ribu benih ikan sturgeon China berenang lincah. Sebanyak 112.000 benih generasi ketiga hasil pengembangbiakan buatan kini tumbuh sehat menandai terobosan penting dalam upaya penyelamatan spesies purba ini.
Dilansir dari 中国长江三峡集团有限公司, Chinese sturgeon adalah spesies endemik Sungai Yangtze yang telah hidup lebih dari 140 juta tahun. Namun, aktivitas manusia seperti polusi, lalu lintas kapal, dan penangkapan ikan membuat populasinya merosot tajam.
Upaya penangkaran buatan yang dimulai sejak 1982 akhirnya membuahkan hasil besar: untuk pertama kalinya, populasi hasil penangkaran mampu berkembang hingga generasi ketiga tanpa bergantung pada indukan liar.
Sejak 1984, China rutin melepasliarkan sturgeon hasil budidaya ke alam. Dalam dua tahun terakhir, jumlahnya bahkan melampaui 1 juta ekor per tahun. Setelah diberlakukannya larangan penangkapan ikan selama 10 tahun di Sungai Yangtze, tingkat keberhasilan migrasi anak sturgeon ke laut melonjak drastis dari kurang dari 1 persen menjadi sekitar 12 persen.
Wilayah muara Yangtze, termasuk Chongming Dongtan National Nature Reserve, kini berperan layaknya “taman kanak-kanak” bagi sturgeon muda sebelum mereka menghabiskan 80 persen hidupnya di laut. Berbagai teknologi modern seperti pemantauan DNA lingkungan dan deteksi hidroakustik juga diterapkan untuk memastikan kelangsungan hidup mereka.
Pemerintah China menargetkan, jika pelepasliaran meningkat hingga 5 juta ekor per tahun dan dilakukan selama sekitar 18 tahun, populasi liar bisa pulih ke angka 200–300 ekor setara awal abad ke-21.
Langkah-langkah perlindungan yang melibatkan banyak provinsi, lembaga riset, hingga nelayan ini menunjukkan komitmen jangka panjang China dalam menyelamatkan salah satu “fosil hidup” paling berharga di dunia. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement

