
Beijing, Bolong.id - Kementerian Pendidikan Tiongkok meluncurkan pedoman baru untuk membangun “sekolah sehat” dengan menempatkan prinsip health first sebagai fondasi utama sistem pendidikan.
Dilansir dari 上观新闻 Sabtu (28/02/26), kebijakan ini menekankan aktivitas fisik, kesehatan mental, keamanan pangan, hingga edukasi keselamatan jiwa.
Program ini akan berjalan bertahap: pembentukan sekolah percontohan pada 2027, penerapan luas konsep kesehatan pada 2030, dan terwujudnya sekolah sehat berkualitas tinggi secara menyeluruh pada 2035.
Dua Jam Aktivitas Fisik dan Jeda 15 Menit
Semua siswa SD dan SMP diwajibkan mengikuti minimal dua jam aktivitas fisik setiap hari, dilengkapi jeda 15 menit antar kelas. Upaya pencegahan rabun jauh juga diperkuat, terutama di taman kanak-kanak dan sekolah dasar, dengan mendorong lebih banyak aktivitas luar ruang.
Fokus pada Kesehatan Mental dan Gizi
Pedoman ini juga mengatur pembentukan sistem pemantauan nasional untuk deteksi dini masalah psikologis siswa. Untuk mengatasi obesitas, sekolah diminta menyediakan menu seimbang, bekerja sama dengan orang tua, serta menggabungkan “resep olahraga” dengan panduan pola makan.
Dalam aspek keamanan, sekolah wajib memasang AED (alat kejut jantung otomatis), mengintegrasikan pelatihan pertolongan pertama, serta menerapkan pengawasan ketat kantin melalui komite orang tua.
Menurut pejabat kementerian, pembangunan sekolah sehat akan menjadi indikator penting dalam evaluasi pendidikan. Para pakar menilai langkah ini sebagai pergeseran besar dari orientasi “nilai di atas segalanya” menuju pendidikan yang menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama demi masa depan generasi muda. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement

