Baca dalam 3 menit

Asal Mula COVID-19 dan Virus Berbahaya Seperti SARS dan AIDS, Masih Menjadi Misteri

Waktu Publish : 15 Apr 2020, 19:03 WIB
SHARE ARTIKEL

Asal Mula COVID-19 dan Virus Berbahaya Seperti SARS dan AIDS, Masih Menjadi Misteri

Ilustrasi Virus - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Banyak orang ingin mengetahui dari mana virus sebenarnya berasal. Pekerjaan menemukan sumber virus penyebab penyakit namanya "pelacakan virus." Hanya dengan menemukan sumber virus dan memahami bagaimana patogen berkembang menjadi virus, baru kita dapat menjawab apakah virus akan mewabah lagi. “Faktanya, bukan hanya COVID-19, tetapi banyak virus berbahaya lainnya seperti; AIDS, SARS, yang masih belum diketahui asalnya.” kata Zhao Guoping (赵国屏), seorang akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan seorang peneliti di Akademi Ilmu Pengetahuan Shanghai, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (中国科学院院士、中科院上海生命科学研究院).

“Untuk melacak virus yang tidak diketahui asalnya, setidaknya ada dua langkah: langkah pertama adalah menemukan patogen; langkah kedua adalah menentukan hewan mana yang pertama kali terinfeksi sebagai inang pembawa virus. Dalam penelusuran virus dibutuhkan bukti ilmiah. Ada dua jenis bukti, pertama adalah bukti biologis, seperti etiologi dan epidemiologi virus; yang kedua adalah bukti biologis molekuler, seperti pengurutan genom, deteksi antibodi, dan lain-lain.” kata Zhao Guoping.

Untuk menemukan patogen haruslah menggunakan hukum Koch. Ketika wabah SARS merebak, dua tim di Erasmus University Rotterdam Belanda menggunakan hukum ini untuk menentukan bahwa SARS-CoV adalah penyebab SARS. Menemukan patogen hanyalah langkah pertama dalam melacak sumbernya, bagaimana virus bermutasi menjadi virus yang menular perlu dipelajari lebih lanjut lagi. Butuh waktu lama untuk menemukan patogen yang sepenuhnya sesuai dengan hukum Koch, metode biologi molekuler seperti serokonversi dan pengurutan gen diperlukan untuk mengidentifikasi spesies apa saja yang berpotensi menjadi patogen.

Secara umum, ada dua cara untuk melacak virus, pertama adalah penyelidikan epidemiologis dan yang kedua adalah penyelidikan akan pola penyebaran virus pada hewan dan lingkungan. Penyelidikan ini dimulai dengan mencari riwayat kontak pasien yang pertama kali ditemukan, atau biasa disebut dengan "Pasien No. 0". “Melacak sumber virus baru dari sumber alami sama seperti seorang polisi yang sedang memecahkan kasus. Mereka pertama-tama mengumpulkan bukti, kemudian melakukan berbagai macam penyelidikan untuk membentuk berbagai hipotesis; menemukan bukti baru dan petunjuk baru sampai akhirnya menemukan tersangkanya.” Zhao Guoping menambahkan.

Terkait

news

Soal Asal-Usul COVID-19, China Selalu Transparan

  • Lupita
  • 22 Jul 2021

news

Perusahaan China Banyak Sumbang Oksigen untuk Indonesia

  • Lupita
  • 18 Jul 2021

news

Bandara Baiyun Guangzhou Tambah Titik Uji Asam Nukleat, Hasi...

  • Nurul Diah
  • 11 Jun 2021

news

Lebih Dari 17,6 Juta Orang di Indonesia Telah Menerima Vaksi...

  • Nurul Diah
  • 08 Jun 2021

news

Inggris Laporkan Hampir 3.000 Kasus yang Bermutasi Pertama K...

  • Nurul Diah
  • 21 May 2021

news

Efektifkah Vaksin China Melawan Virus Mutasi COVID-19 dari I...

  • Lupita
  • 15 May 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong