Baca dalam 3 menit

Mengapa Kita Selalu Berbelanja Selama Pandemi?

Waktu Publish : 12 Apr 2020, 15:38 WIB
SHARE ARTIKEL

Mengapa Kita Selalu Berbelanja Selama Pandemi?

Keranjang belanja - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Sekarang di Tiongkok sudah mulai berakhir masa isolasinya, berbeda dengan negara lain yang masih mengharuskan warganya untuk berdiam di rumah. Selama periode waktu di rumah, keinginan yang tak terkendali untuk berbelanja menginfeksi semua orang. Menurut Survei Kepercayaan Konsumen Gfk, lebih dari 40% konsumen lebih sering berbelanja online sejak bulan Februari 2020.

Pada awal 2005, dua peneliti dari University of South Alabama menganalisis perilaku konsumen pascabencana setelah Badai Katrina melanda Amerika Serikat bagian selatan, dan menyimpulkan bahwa hubungan antara bencana dan perilaku konsumen adalah: Peristiwa bencana menyebabkan orang kehilangan nyawa dan harta benda, yang mengarah pada stres dan depresi, yang mendorong perilaku konsumsi untuk menghilangkan kecemasan dan stres. Bencana nasional seperti pandemi telah mengurangi kesempatan kita untuk mencapai kebahagiaan dan meningkatkan kepekaan kita terhadap "sumber kebahagiaan yang lain". Bahkan, barang-barang yang tidak dalam rencana konsumsi, akan membuat kita tanpa sadar menganggapnya sebagai "kompensasi" atau "hadiah" sebagai alasan untuk menekan "tombol bayar".

Di sisi lain, waktu spesifik ketika pandemi berakhir tidak dapat dikontrol, dan kehidupan kita pasti menyimpang dari normal. Kerugian ekonomi dan kemungkinan perubahan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi mempengaruhi diri kita. Selain untuk mengalihkan perhatian dari kecemasan, perilaku konsumsi adalah alasan yang wajar, karena kita dapat menemukan kembali kendali hidup kita melalui konsumsi.

Namun, konsumsi impulsif dan konsumsi kompensasi seperti itu, selain mengosongkan dompet kita dan mengisi rumah kita dengan hal-hal yang tidak dapat digunakan, tidak dapat secara efektif menghilangkan kecemasan. Konsumsi impulsif justru mengakibatkan konsumsi yang semakin tidak perlu, dan akhirnya menyebabkan kecanduan belanja. Jika tidak dikendalikan, hal itu dapat membahayakan kondisi keuangan dan psikologis pribadi. Oleh karena itu, jika pandemi itu benar-benar membuat Anda cemas, lebih baik Anda mencoba untuk membaca beberapa buku dan mempelajari keterampilan baru.

Terkait

business

Alibaba Gelar Dagang Online Hari Jomblo, yang Jomblo Dapat D...

  • Isna Fauziah
  • 22 Oct 2020

business

Kementerian Perdagangan Tiongkok: Jumlah Pengguna Ritel Onli...

  • Della Shafira Putri
  • 31 Jul 2020

business

Dijamin Untung! Beijing Bagikan Voucher Gratis Guna Tingkatk...

  • Vio
  • 09 Jun 2020

business

Kementerian Perdagangan: Total Penjualan "Festival Belanja D...

  • Olivia Dian
  • 15 May 2020

technology

Gara-gara Gerakan #DiRumahAja, Penjualan Produk Rumah Tangga...

  • Nabila Caya
  • 05 May 2020

technology

Baru Hari Pertama, Jumlah Transaksi di Festival Belanja Onli...

  • Nabila Caya
  • 02 May 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong