Baca dalam 3 menit

Singapura-Tiongkok Terapkan "COVID-19 Travel Bubble", Seperti Apa Sih Itu?

Waktu Publish : 11 Jun 2020, 17:08 WIB
SHARE ARTIKEL

Singapura-Tiongkok Terapkan `COVID-19 Travel Bubble`, Seperti Apa Sih Itu?

Travelers - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Jakarta, Bolong.id - Mulai minggu depan, penerbangan ke Singapura dan Tiongkok akan diisi oleh beberapa penumpang dari kedua negara yang menggunakan '“COVID-19 travel bubble”. Sebelumnya, penerbangan ke Tiongkok sebenarnya hanya untuk urusan politik belaka. Menurut keterangan dari kementerian luar negeri dan perdagangan Singapura, penumpang harus disponsori oleh agen pemerintah atau perusahaan demi bisa mendapatkan "jalur cepat”, sehingga mereka tidak perlu lagi menjalani karantina, apabila tes COVID-19 mereka menunjukkan hasil yang negatif.

Sejak awal tahun 2020, wabah COVID-19 telah menyebar di seluruh dunia, hal ini menyebabkan penerbangan internasional menurun drastis. Namun beberapa negara telah membuat kesepakatan dengan negara “tetangga” mereka, untuk memakai "bubble" atau perjalanan terbatas tanpa karantina, karena dinilai memiliki resiko yang lebih rendah jika dilakukan antar warga yang tinggalnya berdekatan, sebagai contoh Denmark dan Norwegia, Australia dan Selandia Baru. Perjalanan pun biasanya terbatas hanya untuk pebisnis dan urusan pemerintahan saja.

Keputusan bersama Tiongkok dan Singapura untuk memungkinkan pernerbangan dilakukan juga akan melonggarkan pembatasan yang dibuat karena pandemi. "Membutuhkan waktu yang lama sebelum kehidupan kembali normal lagi, tetapi kami mulai melihat sedikit cahaya," ujar Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan, saat berbicara tentang rencananya untuk meningkatkan penerbangan melalui sebuah unggahan di Facebook.

"Jalur cepat" untuk perjalanan penting antara Singapura dan enam kota di Tiongkok yaitu Shanghai, Guangdong, Tianjin, Chongqing, Jiangsu dan Zhejiang. Hal ini akan membantu memfasilitasi urusan bisnis untuk perusahaan seperti LabMed yang memproduksi peralatan medis di Tiongkok dan kemudian akan dikirimkan ke Singapura untuk didistribusikan ke seluruh dunia, melansir laman voanews.com.

Banner Kanan
Logo follow bolong