Patung Buddha Berusia 1.300 Tahun “Kembali ke Rumah”

logo clock 3 Menit logo clock 18-10-2020, 13:06

Gua Longmen - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Zhangzhou, Bolong.id - Teknologi digital dipakai dalam merestorasi patung Budda di Gua Longmen, sebuah situs warisan budaya dunia di Provinsi Henan, Tiongkok tengah. Pengunjung pun kini dapat melihat tampilan asli dari patung berusia 1.300 tahun tersebut. 

Patung Buddha tersebut didirikan pada zaman Dinasti Tang (618-907 M) dan sebagian wajahnya, antara gelung rambut dan bagian hidung, telah hilang. Namun, setelah memanfaatkan teknologi dengan menggunakan catatan terdokumentasi, informasi gambar, dan patung serupa yang dibangun selama periode tersebut sebagai referensi, para pakar telah memulihkan kembali tampilan aslinya secara virtual. 

Berlokasi di Kota Luoyang, Gua Longmen memiliki lebih dari 2.300 gua dengan 110.000 gambar dan patung Buddha, lebih dari 80 stupa, serta 2.800 prasasti yang dibuat antara zaman Dinasti Wei Utara (386-557 M) dan Dinasti Song (960-1279). Pada awal abad ke-20 sebagian besar gua itu rusak dan dijarah dengan banyak patung Buddha dibawa kabur ke luar negeri.

Gao Junping, kepala pusat informasi di lembaga penelitian itu mengatakan bahwa patung tersebut rusak antara tahun 1910 dan 1923. Gua-gua itu memulai proyek digitalisasi tiga dimensi pada 2005 dan 80 persennya telah menerima pemindaian tiga dimensi. Restorasi yang dilakukan secara virtual dicetak dengan tinggi 40 cm dan lebar 30 cm dan sangat sesuai dengan bagian patung Buddha yang dipahat di dinding utara Kuil Fengxian pada zaman Dinasti Tang, ujar Yang Chaojie, seorang peneliti yang meneliti gua tersebut. 

Wisatawan pun dapat melihat patung itu secara utuh dalam tampilan penuh warna secara virtual dengan memindai patung yang rusak tersebut melalui aplikasi seluler, ujar Shi Jiazhen kepala lembaga penelitian Gua Longmen, dilansir dari Xinhua.

Shi Jiazhen melanjutkan, restorasi menggunakan teknologi 3D telah memberikan opsi baru bagi benda peninggalan yang hilang untuk "kembali ke rumah".

Wen Yucheng mantan kepala institut itu mengatakan, kepala Buddha hilang setelah 1923 dan kemudian dibeli oleh Museum Shanghai pada 1957. Penelitian restorasi yang bekerja sama dengan museum itu dimulai sejak Mei 2019. (*)


Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Nurul Diah

Terkait

Diari Hu Shih Berusia 100 Tahun Terjual Seharga Rp306,6 Miliar di Lelang

 

logo clock 21-10-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Yuk, Simak 30 Fakta tentang China Ini!

 

logo clock 20-10-2020, 14:57
logo clock Baca ini dalam 5 Menit
logo share

Tren Restoran Bertema Hewan Peliharaan, Apakah Aman Bagi Pelanggan?

 

logo clock 20-10-2020, 14:23
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Ayo Cek 8 Fakta tentang Bahasa Mandarin yang Perlu Kalian Tahu!

 

logo clock 20-10-2020, 13:16
logo clock Baca ini dalam 7 Menit
logo share

Siter China Sambut Musim Semi di Selandia Baru dengan Ansambel Bunga Melati

 

logo clock 20-10-2020, 10:35
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral