JUDUL: Kisah Warga Gaza yang tetap Bersemangat Raih Mimpi meski Kehilangan Anggota Tubuh
SHOOTING TIME: 3 November 2025
DATELINE: 6 November 2025
DURASI: 00:02:56
LOKASI: GAZA, Palestina
KATEGORI: MASYARAKAT
SHOTLIST:
1. Berbagai cuplikan Ramez Al-Issi
2. SOUNDBITE (Bahasa Arab): RAMEZ AL-ISSI, Penduduk di Gaza
STORYLINE:
Di sebuah lingkungan permukiman yang hancur di al-Daraj, Gaza City, mantan pemain belakang (bek) sepak bola Ramez Al-Issi belajar menata hidup tanpa kaki kirinya.
Pria berusia 41 tahun itu, yang dahulu merupakan pemain andalan untuk Al-Hilal Sports Club, harus menjalani amputasi setelah terkena serpihan bahan peledak pada 19 Januari 2024.
Selama empat hari, dia terbaring di lantai Rumah Sakit Al-Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza, tanpa tempat tidur, tanpa peralatan, dan tanpa perawatan yang memadai.
SOUNDBITE (Bahasa Arab): RAMEZ AL-ISSI, Penduduk di Gaza
"Saya sedang dalam perjalanan pulang ketika sebuah rumah yang berjarak sekitar 50 meter dari saya menjadi sasaran. Sebuah serpihan bahan peledak menghantam saya, dan itu menyebabkan kaki saya diamputasi. Pada saat seperti itu, pikiran seseorang hanya tertuju pada istri dan anak-anak, serta bagaimana mereka akan bertahan hidup. Cedera ini membuat saya tidak bisa lagi menikmati sepak bola dan menjalani kehidupan normal, seperti bermain bersama klub saya, di masjid, atau bersama teman-teman di lingkungan sekitar. Rasanya tak bisa dijelaskan, karena sepak bola sudah mengalir dalam darah saya. Itu adalah satu-satunya hal yang memberi saya kebahagiaan setelah bekerja. Ketika kaki saya diamputasi, saya mengatakan pada diri sendiri bahwa karier sepak bola saya telah berakhir. Namun, saya masih mengikuti perkembangan sepak bola Eropa dan Mesir. Jika suatu hari saya mendapat kesempatan untuk kembali guna melatih pemain muda, saya tidak akan ragu, meskipun dengan kaki yang telah diamputasi. Saya punya pengalaman yang bagus di bidang sepak bola.
Dahulu saya adalah pemain sepak bola yang sangat terampil, tetapi sekarang cedera ini membuat saya kehilangan kesempatan untuk bermain. Saya selalu berharap anak saya tumbuh menjadi seperti ayahnya. Saya pernah melatih anak-anak di Al-Hilal Sports Club, tempat saya bekerja sebagai asisten pelatih di divisi kedua bersama Pelatih Waleed Salem. Saya sungguh berharap anak saya, Karim, dapat melanjutkan perjalanan saya, dia pemain yang berbakat. Medali ini adalah satu-satunya yang berhasil saya simpan dari semua medali yang dahulu saya miliki."
Al-Issi adalah satu dari 5.000 lebih warga Palestina di Gaza yang telah menjalani amputasi sejak Oktober 2023, termasuk sekitar 700 anak, menurut otoritas kesehatan setempat.
Banyak orang yang bagian tubuhnya diamputasi menerima alat bantu sementara, dan beberapa orang bahkan harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan prostetis canggih yang tidak tersedia di Gaza.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Gaza, Palestina.
(XHTV)
Advertisement
