JAKARTA, 13 Januari (Xinhua) -- Anak usaha Pertamina di bidang energi terbarukan, Pertamina NRE, dan perusahaan energi asal China, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan proyek energi bersih di Indonesia.
MoU tersebut diteken pekan lalu dalam pertemuan kedua perusahaan itu di Suzhou, Provinsi Jiangsu, China timur. Perwakilan dari Pertamina NRE juga melakukan kunjungan ke fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) yang dikelola GCL di China.

Foto yang diabadikan di Suzhou, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 7 Januari 2026 ini menunjukkan CEO Pertamina NRE John Anis dan ketua Dewan Direksi GCL Intelligent Energy (Suzhou) menandatangani kontrak kerja sama proyek energi bersih dan terbarukan di Indonesia. (Sumber: Pertamina NRE)
"Kami melihat potensi signifikan untuk menggabungkan pengalaman global GCL dengan kemampuan dan wawasan lokal Pertamina untuk menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif," kata John Anis, CEO Pertamina NRE, dalam keterangan resminya.
Sementara itu, Ketua Dewan Direksi GCL Zhi Fei menyebut Indonesia merupakan pasar strategis dalam pengembangan energi bersih. Dia mengharapkan kerja sama dengan Pertamina, khususnya di proyek PLTSa, integrasi panel surya (photovoltaic/PV), penyimpanan energi, serta teknologi PVT (photovoltaic-thermal).
Bukan hanya PLTSa dan panel PV, Pertamina NRE menyebut kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendukung target pengurangan emisi dan memperkuat keamanan energi nasional.
Kerja sama ini bukan yang pertama antara Pertamina dengan perusahaan energi bersih asal China. Pertengahan tahun lalu, Pertamina NRE juga menggandeng LONGi Green Technology untuk membangun pabrik panel surya berkapasitas produksi 1,4 gigawatt per tahun di Provinsi Jawa Barat. Selesai
Advertisement

