JUDUL: The New York Times Sebut Trump Telah Terima Pengarahan soal Opsi Serangan Militer ke Iran
SHOOTING TIME: 9-10 Januari 2026
DATELINE: 11 Januari 2026
DURASI: 00:00:48
LOKASI: Washington DC
KATEGORI: POLITIK
SHOTLIST:
1. Berbagai cuplikan tangkapan layar laporan The New York Times
2. Tangkapan layar unggahan Trump di media sosial
3. Berbagai cuplikan Trump menjawab pertanyaan reporter pada Jumat (9/1)
STORYLINE:
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam beberapa hari terakhir telah menerima pengarahan mengenai opsi-opsi baru untuk serangan militer ke Iran, demikian dilansir The New York Times (NYT) pada Sabtu (10/1) dengan mengutip sejumlah pejabat AS yang mengetahui perkara tersebut namun tidak bersedia disebutkan namanya.
Trump "belum mengambil keputusan akhir, namun para pejabat mengatakan dia mempertimbangkan secara serius untuk mengizinkan serangan sebagai respons terhadap upaya rezim Iran menekan demonstrasi yang dipicu oleh masalah ekonomi yang meluas," tulis laporan NYT.
Trump juga telah disodori berbagai pilihan, termasuk serangan terhadap lokasi-lokasi nonmiliter di Teheran, tambah laporan tersebut.
Sebelumnya pada Sabtu, Trump menulis di media sosial bahwa "Iran sedang mengincar KEBEBASAN, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!"
Trump dan pejabat-pejabat tinggi AS lainnya berulang kali memperingatkan bahwa Washington akan mengambil tindakan jika Iran "membunuh para demonstran damai."
Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (7/1) mengecam apa yang disebutnya sebagai pernyataan "intervensionis dan menyesatkan" dari pemerintahan Trump terkait kerusuhan tersebut, mengatakan bahwa pernyataan itu mencerminkan permusuhan Washington yang berkelanjutan terhadap rakyat Iran.
Gelombang protes meletus di sejumlah kota di Iran sejak akhir Desember akibat anjloknya nilai rial serta masalah ekonomi yang berkepanjangan. Otoritas Iran mengakui adanya demonstrasi tersebut, dan menyatakan kesediaan untuk mengatasi keluhan ekonomi, sembari memperingatkan agar tidak terjadi kekerasan dan aksi perusakan.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat (9/1), Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berseru kepada rakyat Iran agar menjaga persatuan, seraya mengatakan bahwa sebagian demonstran berupaya menyenangkan AS.
Khamenei juga meminta pemimpin AS itu untuk fokus pada masalah di negaranya sendiri. Dia menambahkan bahwa Iran "tidak akan mundur" dalam menghadapi para "penyabot."
Bentrokan mematikan dilaporkan terjadi antara polisi dan pihak yang disebut pemerintah sebagai "perusuh" di tengah aksi protes yang masih berlangsung. Hingga kini, belum ada laporan angka resmi mengenai jumlah korban tewas.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Washington DC.
(XHTV)
Advertisement

