Baca dalam 3 menit

Tips Sukses Nanjing, Tiongkok Turunkan Kasus Covid-19 Hingga Nol Persen

Waktu Publish : 21 Mar 2020, 14:03 WIB
SHARE ARTIKEL

Tips Sukses Nanjing, Tiongkok Turunkan Kasus Covid-19 Hingga Nol Persen

Ilustrasi Nanjing, Tiongkok - Image from money.kompas.com

Nanjing, Tiongkok sukses turunkan kasus positif covid-19 hingga 0%. Hal ini dikarenakan kesatuan gerak tiap pihak serta kebijakan-kebijakan strategis yang ditetapkan. Lalu, bagaimanakah langkah-langkah itu?

Sejak menyebarnya virus corona pada bulan Desember lalu, pada 13 Maret kota Nanjing, Tiongkok tidak lagi mengkonfirmasi kasus covid-19 terbaru dari kotanya.

Dan semua orang yang terinfeksi sudah sembuh semua. Kota yang berpenduduk sebanyak 8,5 juta ini berhasil melakukan upaya-upaya pencegahan yang luar biasa sehingga sukses menghambat penularan virus corona.

Drone Aktif Ingatkan Warga

Di kawasan Nanjing, terdapat drone yang aktif memberikan peringatan dan edukasi kepada masyarakat. Terdengar suara drone "Perhatian, jika kamu datang dari luar Nanjing harap mendaftar. Jangan berkumpul dan berkerumun."

Karantina 2 Minggu untuk Warga dari Luar Nanjing

Semua orang yang berasal dari luar kota Nanjing dan dari luar Tiongkok, maka harus dikarantina selama 2 minggu.

Taksi Memiliki Plastik Pelindung

Kendaraan umum disana juga betul-betul melindungi agar tidak menjadi tempat penularan covid-19. Hal ini terlihat dari, tempat duduk taksi yang bagian depan dan belakang diberi batasan plastik pelindung, sehingga akan menghambat penularan virus antara sopir dengan penumpang.

Ternyata hal ini difasilitasi oleh perusahaan dari taxi tersebut. Selain itu sopir taksi akan menyemprot taksinya dengan disinfektan selama 3 kali dalam sehari, dengan 84 jenis disinfektan.

Pengecekan Suhu Badan di Seluruh Area Umum

Di setiap area publik masyarakat akan diminta untuk mengecek suhu badannya. Seperti halnya di bus umum, supermarket, area perkantoran, dan jalan-jalan.

Termometer yang digunakan tidak menyentuh badan, melainkan hanya sekedar di dekatkan saja, sehingga mencegah potensi penularan. Proses pengecekan ada yang terjadi dari dalam mobil, sehingga penumpang tidak perlu keluar dari mobil.

Spanduk-spanduk Peringatan

Di sepanjang jalan Nanjing akan terlihat spanduk-spanduk yang dipasang untuk mengingatkan warga agar tidak berkumpul dan berkerumun. Tertulis 'Jangan berkumpul!! Jangan berkumpul!! Jangan berkumpul!!'

Tersedia Tisu untuk Tekan Tombol Lift

Di lift-lif kota itu, akan disediakan tisu yang bisa dipakai oleh pengguna lift untuk menekan tombol lift tersebut. Diketahui salah satu cara efektif dalam penularan virus corona adalah berkontak dengan benda-benda umum yang dipakai banyak orang yang sudah terkontaminasi dengan virus corona.

Oleh sebab itu, penting untuk meminimalisir menyentuh benda-benda tersebut dengan tangan secara langsung.
Tepat di bawah tombol lift tersebut, tersedia tempat sampah untuk membuang tisu yang telah dipakai untuk menekan tombol tersebut.

Sekolah Diliburkan, Diganti dengan Kursus Online

Setiap sekolah di Tiongkok diliburkan selama sebulan, dan selama itu siswa-siswi belajar dari rumah dengan mengikuti kursus online.

Kursus online tersebut menyediakan powerpoint dengan efek suara, sehingga siswa yang belajar, seolah merasakan kehadiran guru disana.

Blokade di Area Positif Covid-19

Jika ada kasus di suatu tempat, maka pemerintah setempat akan memberi pembatas di sepanjang jalan. Sehingga akan mencegah warga memasuki area-area tersebut.

Jadi hanya ada 1 gerbang yang dijadikan pintu keluar masuk wilayah tersebut. Dan pintu tersebut dijaga ketat oleh petugas.

Aturan-aturan di Tempat Populer yang Sering Dikunjungi
Salah satunya adalah di Confucius Temple yang merupakan tempat populer di Nanjing.

Petugas dengan ketat membatasi jumlah penduduk yang bisa masuk sehingga tempat tidak terlalu padat dan menyaring orang-orang yang boleh masuk. Salah satunya mereka akan melarang keras, orang-orang yang berasal dari Negara Italia, Jepang dan Korea.

Untuk bisa masuk, orang-orang harus mendaftarkan nama, nomer ID, keterangan kunjungan di Wuhan dan juga harus dicek suhu badannya.

Aturan-aturan di Restoran

Di salah satu kedai MCDonald, terbit berbagai aturan yang berfungsi untuk mencegah penularan covid-19. Diantaranya adalah dengan aturan mencuci tangan, kebersihan serta penggunaan cairan disinfektan, serta aturan suhu badan tiap orang minimal 37,3 derajat celcius.

Selain itu pembayaran dilakukan dengan meminimalisir sentuhan, yakni dengan cara cashless.

Makanan yang dibeli dibungkus dengan rapi, serta ada tulisan, 'Makanan tidak tersentuh, jangan khawatir'. Selain itu ada juga keterangan suhu badan orang yang memasak dan juga orang yang mengantar makanan.

Di restoran lainnya, jika pengunjung ingin makan di tempat maka pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu dengan memberikan informasi dirinya serta mengkonfirmasi apakah dirinya pernah mengunjungi Hubei (Wuhan) atau tidak.

Terlihat pegawainya memakai alat pelindung diri yang lengkap, mulai dari kacamata, masker serta baju pelindung.

Meski tampak ada beberapa orang yang makan di restoran dan bahkan datang bersama, namun mereka akan duduk terpisah. Jika ada 3 meja, bagian tengah meja akan diberi papan peringatan agar tidak ditempati oleh orang lain.

Hal ini efektif untuk menjaga agar antar orang tidak saling berdekatan.

Aturan-aturan di Perusahaan

Bagi perusahaan yang harus tetap buka pada saat penyebaran virus corona ini. Perusahaan harus menaati aturan-aturan yang ditetapkan.

Diantaranya ialah setiap karyawan yang bekerja diwajibkan mengenakan masker, perusahaan harus menyediakan masker, termometer yang digunakan dengan cara tidak bersentuhan dengan area badan, dan juga sarung tangan sekali pakai.

Selain itu perusahaan juga wajib mencatat suhu seluruh karyawannya setiap hari. Dan nantinya catatan tersebut akan di cek oleh petugas pemerintahan.

Perusahaan juga dibekali prosedur untuk menangani karyawan yang demam. Dan prosedur tersebut harus benar-benar diikuti.

Perusahaan juga memberikan aturan kepada karyawannya untuk mencatat riwayat perjalanan mereka, serta gejala-gejala yang mengarah pada penyakit covid-19, seperti batuk, demam dan lainnya.

Saat makan siang, setiap karyawan harus membawa bekal makan siang dari rumah, sebab makan dari luar rumah cenderung riskan dari virus corona.

Semua Pihak Patuh dengan Aturan

Semua pihak, baik warga umum, kepala perusahaan, pengunjung dan orang luar Nanjing yang masuk mematuhi aturan-aturan yang dibuat.

Seperti halnya aturan distancing atau jaga jarak dengan orang lain di tempat umum. Aturan pengecekan suhu tubuh, pembatasan jumlah orang, mendaftarkan diri di tempat-tempat tertentu, dan lain-lain.

Selain itu tampak seluruh warga menggunakan masker. Dan sebisa mungkin tidak keluar dari rumah.

Sehingga terlihat di tempat yang seringkali dikunjungi dan selalu ramai saat sebelum adanya virus corona, saat itu menjadi sangat sepi dan hanya tampak beberapa orang saja yang berkeliaran.

Itulah langkah-langkah yang diterapkan Nanjing dalam menghambat penyebaran virus corona. Hal tersebut terbukti efektif untuk menangani penyebaran virus tersebut.

Hal ini bisa menjadi panduan dan contoh bagi Indonesia, khususnya wilayah-wilayah yang kini tengah berstatus KLB (Kejadian Luar Biasa), seperti halnya DKI Jakarta, Banten, Solo, Bogor, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dan lain sebagainya.

Terkait

news

Krisis Kepedulian Tanggapi Corona, Anggap Remeh hingga Ramai...

  • Dian Aprilia
  • 19 Mar 2020

technology

Kemajuan Tiongkok Jadi Kunci Kemenangan Melawan Corona 

  • Dian Aprilia
  • 20 Mar 2020

news

Bantu Cegah Corona, Jack Ma Sumbang 2 Juta Masker ke Indones...

  • Taufik Firmansah
  • 20 Mar 2020

news

Beda Social Distance Indonesia Vs Tiongkok, 'Halah Cuma Flu ...

  • Taufik Firmansah
  • 21 Mar 2020

health

Bisa Indonesia Contoh, Kisah-kisah Pasien Sembuh dari Corona...

  • Taufik Firmansah
  • 21 Mar 2020

news

Perjuangan Tiongkok melawan COVID-19

  • Oki
  • 07 Jun 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong