Lama Baca 2 Menit

Dubes Korut Dukung Tiongkok Lawan AS

04 July 2020, 19:50 WIB

Dubes Korut Dukung Tiongkok Lawan AS-Image-1

Ji Jae-Ryong. Dubes Korut untuk Tiongkok. - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Dubes Korea Utara (Korut) untuk Tiongkok, Ji Jae-Ryong, menyuarakan dukungan penuh untuk mendukung solidaritas dengan rakyat Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok (PKT), dalam perlawanan mereka terhadap campur tangan AS untuk masalah-masalah internal Tiongkok, seperti urusan Hong Kong, demi menjaga kedaulatan nasional serta integritas teritorial Tiongkok.

Ji Jae-Ryong mengatakan, AS telah membuat pernyataan provokatif terhadap Tiongkok perihal ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, keamanan, hak asasi manusia dan diplomasi, yang mendorong hubungan Tiongkok-AS kepada titik ekstrem.

Selain itu, AS secara terbuka mencoreng nama PKT dan sistem sosialis negara itu, terutama sepanjang tahun 2020, sehingga menggoncang hubungan Tiongkok-AS, berubah menjadi konfrontasi ideologi dan sistem. Hal ini menunjukkan bahwa AS merasa posisinya terancam oleh perkembangan Tiongkok dan sosialisme, ujarnya.

Melansir Global Times, ia menambahkan, "Oleh karena itu, AS berusaha merusak kepercayaan rakyat Tiongkok terhadap PKT, mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok, seperti urusan Hong Kong dan hubungan lintas-selat, dan mengabarkan “Revolusi Jasmine” di Tiongkok, untuk menghancurkan dan mengacaukan sosialisme negara ini.

Orang-orang Tiongkok di bawah kepemimpinan PKT telah membangun sosialisme dengan karakteristik Tiongkok sendiri, yang makmur dan maju. Prestasi yang telah dicapai rakyat Tiongkok dalam memerangi COVID-19 tidak dapat dimenangkan tanpa kepemimpinan yang benar.”

Ji Jae-Ryong pun menegaskan, Korut akan memberi dukungan penuh kepada rakyat Tiongkok dan PKT, dalam upaya mereka untuk menentang campur tangan dan kesewenang-wenangan AS, dan untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah. Korea Utara akan berjuang bersama dengan orang-orang Tiongkok untuk mengklaim kemenangan besar sosialisme. (*)