Lama Baca 2 Menit

Wang Sicong - Sun Yining Debat, Warganet China Heboh

18 June 2021, 15:08 WIB

Wang Sicong - Sun Yining Debat, Warganet China Heboh-Image-1

Wang Sicong - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami


Beijing, Bolong.id - Dua selebriti Tiongkok berdebat di Weibo. Wang Sicong (33) pengusaha kaya, putera raja property Tiongkok, Wang Jianlin ( ketua Dalian Wanda Group) berdebat dengan influenzer cantik, Sun Yining.

Dilansir dari Sohu pada Kamis (17/6/2021), serangkaian pesan WeChat yang kasar Wang Sicong diposting Sun Yining, dan telah menarik perhatian media sosial. 

Dalam pesan tersebut, Wang mengganggu Sun dengan kalimat seperti "Aku sangat merindukanmu sehingga aku tidak bisa tidur."

Ketika pesannya tidak mendapat tanggapan, Wang menjadi frustrasi dan agresif.

Wang Sicong - Sun Yining Debat, Warganet China Heboh-Image-2

Sun Yining - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami


Dalam teks, Sun memberi tahu Wang bahwa dia mengidentifikasi dirinya sebagai lesbian. 

Wang menanggapi: “Anda harus bertanya pada diri sendiri apakah Anda benar-benar menyukai pria atau wanita. Ini adalah Tiongkok, jadi orang jelas akan lebih menyukai wanita heteroseksual daripada lesbian. Anda telah menutup pintu untuk begitu banyak peluang.”

Akun Sun telah ditangguhkan, dan diskusi seputar kedua individu telah dihapus dari Weibo.

Saat postingan Sun naik di internet, outlet media dan netizen menggali masa lalunya untuk membenarkan perilaku obsesif Wang. 

Kemudian, Wang menuduh Sun menyesatkan publik, dengan membagikan riwayat obrolan mereka. Namun, sebagian besar netizen mengutuk Wang karena pesannya yang tidak bijaksana.

“Sun Yining jelas menjadi korban dalam insiden ini. Setiap orang harus bisa berempati dengannya dan memahami betapa takutnya dia,” tulis salah satu postingan di Douban. "Wang adalah seseorang yang menyalahgunakan kekayaan, kekuasaan, dan statusnya."

Setelah insiden itu, komentar misoginis sebelumnya dari Wang mulai muncul kembali. Karena gerakan #MeToo Tiongkok terus mendapatkan momentum, publik kurang bersedia untuk melihat ke arah lain dalam hal pelecehan. (*)