Lama Baca 4 Menit

Konferensi Pers Kemenlu China 1 Februari 2023


Konferensi Pers Kemenlu China 1 Februari 2023-Image-1
Wang wenbin

Beijing, Bolong.id - Berikut ini cuplikan konferensi pers Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Tiongkok pada 1 Februari 2024.

AFP: Pihak berwenang AS mengatakan kemarin bahwa mereka telah membongkar jaringan peretas Tiongkok yang menargetkan infrastruktur publik AS. Selain itu, Direktur FBI kemarin menyatakan bahwa Tiongkok adalah negara yang paling banyak melakukan aktivitas peretasan. Apa tanggapan Kementerian Luar Negeri? 

Wang Wenbin: Tiongkok dengan tegas menentang dan menindak segala bentuk serangan siber sesuai dengan hukum. 

Tanpa bukti yang valid, AS mengambil kesimpulan yang tidak berdasar dan melontarkan tuduhan yang tidak berdasar terhadap Tiongkok. Ini sangat tidak bertanggung jawab dan merupakan pemutarbalikan fakta. Tiongkok dengan tegas menentang hal ini.

AS sendiri merupakan asal muasal dan pelaku terbesar serangan siber. Komando Pasukan Siber AS secara terbuka menyatakan bahwa infrastruktur penting negara lain adalah target sah serangan siber AS. 

Sejak tahun lalu, badan keamanan siber Tiongkok telah merilis laporan yang mengungkap serangan siber pemerintah AS yang sudah berlangsung lama terhadap infrastruktur penting Tiongkok. 

Kebijakan dan praktik yang tidak bertanggung jawab seperti ini telah mengekspos infrastruktur penting global pada risiko yang sangat besar. 

Kami mendesak AS untuk menghentikan spionase dan serangan siber di seluruh dunia, dan berhenti menjelek-jelekkan negara lain dengan alasan keamanan siber. 

Bloomberg: Pentagon AS telah menambahkan pembuat chip memori terkemuka Tiongkok serta perusahaan AI ke dalam daftar perusahaan yang dituduh membantu militer Tiongkok. Itu menambahkan Memori Yangtze dan Megvii. Daftar itu sudah memuat perusahaan seperti Huawei dan SMIC. Apa komentar Kementerian Luar Negeri mengenai penambahan perusahaan ke dalam daftar Pentagon AS baru-baru ini?

Wang Wenbin: Tiongkok dengan tegas menentang AS yang terlalu memaksakan konsep keamanan nasional, membuat segala macam daftar yang diskriminatif, mengejar perusahaan-perusahaan Tiongkok, dan mengganggu kerja sama ekonomi dan perdagangan normal antara Tiongkok dan AS. 

Hal ini sangat menyimpang dari prinsip-prinsip persaingan pasar dan peraturan perdagangan internasional yang telah lama diklaim oleh AS. 

Langkah-langkah tersebut mengikis kepercayaan perusahaan-perusahaan asing untuk berinvestasi dan beroperasi di AS, dan melemahkan kepentingan perusahaan-perusahaan dan investor AS. Ini pasti akan menjadi bumerang.

Faktanya, pemerintah AS adalah dalang kebijakan fusi militer-sipil. Kebijakan di AS ini dimulai sebelum Perang Dunia I, ketika Pentagon AS mendirikan kantor di Silicon Valley dan pusat teknologi lainnya untuk memandu perusahaan-perusahaan teknologi tinggi dalam mempercepat penerapan teknologi militer dan penggunaannya di medan perang. 

Banyak perusahaan multinasional besar di AS yang menjadi pelaku kebijakan fusi militer-sipil, karena cakupan bisnis dan portofolio produk mereka jauh melampaui sektor sipil dan malah masuk ke sektor militer.

Kami mendesak AS untuk segera memperbaiki praktik-praktik diskriminatif ini dan menyediakan lingkungan bisnis yang adil, adil, dan non-diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok. Tiongkok akan terus dengan tegas menjaga hak dan kepentingan perusahaannya yang sah dan sah.

Kantor Berita Ukraina: Menurut media Rusia, Menteri Pertahanan Tiongkok Laksamana Dong Jun mengatakan kepada rekannya dari Rusia Sergei Shoigu kemarin bahwa Tiongkok memberikan dukungan kepada Rusia mengenai masalah Ukraina. Bisakah Anda membagikan informasi lebih rinci tentang dukungan seperti apa yang diberikan pihak Tiongkok kepada Rusia? 

Wang Wenbin: Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok merilis pembacaan video call antara menteri pertahanan Tiongkok dan Rusia. Anda bisa merujuk ke sana.

Posisi Tiongkok terhadap krisis Ukraina konsisten dan jelas. Kami berharap semua pihak berupaya meredakan ketegangan dan menciptakan kondisi yang mendukung penyelesaian krisis secara politik. Posisi ini tidak berubah.

Konferensi Pers Kemenlu China 1 Februari 2023-Image-2
Wartawan