Baca dalam 3 menit

Luhut : Indonesia akan Dibantu oleh Tiongkok Menangani Virus Corona

Waktu Publish : 18 Mar 2020, 09:15 WIB
SHARE ARTIKEL

Luhut : Indonesia akan Dibantu oleh Tiongkok Menangani Virus Corona

Pada tanggal 18 Maret 2020, Anggota Dewan Negara dan Menteri Luar Negeri Wang Yi berbicara lewat telepon dengan Menko Luhut Binsar Panjaitan tentang kerjasama Indonesia dengan Tiongkok.

Pada kesempatan itu, Luhut mengucapkan selamat kepada pemerintah Tiongkok atas keberhasilan mengendalikan pandemi virus Corona. Sebagai negara dengan populasi 1,4 miliar, tidak mudah bagi Tiongkok untuk mengambil tindakan kuat dan keras yang pada akhirnya berhasil mengendalikan epidemi.

Kepemimpinan luar biasa Presiden Xi Jinping dan solidaritas rakyat Tiongkok dikagumi oleh dunia. Indonesia sangat menghargai prestasi luar biasa Tiongkok dan mengucapkan selamat dengan hati yang tulus, dan berterima kasih kepada Tiongkok karena memberikan bantuan medis kepada Indonesia.

Dalam menghadapi penyebaran yang cepat dari epidemi saat ini, Indonesia bersedia belajar dari pengalaman sukses Tiongkok dan mengambil langkah-langkah efektif untuk memerangi epidemi. Setelah epidemi terkendali, Indonesia berharap untuk memulai kembali pertukaran dan kerja sama dengan Tiongkok sesegera mungkin, dan bersama-sama menyusun acara pelaksanaan perayaan ulang tahun ke 70 atas hubungan diplomatik kedua negara dan terus mendorong proyek-proyek besar seperti proyek kereta cepat Jakarta Bandung.

Wangyi mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan yang kuat dan komando langsung Presiden Xi Jinping, dan melalui kerja keras semua pihak, perang rakyat Tiongkok melawan epidemi telah memberikan kemenangan awal. Ketika Tiongkok menghadapi tantangan epidemi, Presiden Jokowi melakukan panggilan telepon khusus kepada Presiden Xi Jinping untuk menyatakan dukungannya. Pemerintah Indonesia dan semua lapisan masyarakat secara aktif membantu dalam pasokan medis, yang menunjukkan persahabatan terhadap orang-orang Tiongkok, dan pemerintah Tiongkok sangat berterima kasih atas dukungan bantuan itu.

Saat ini, Indonesia berada di bawah tekanan untuk mencegah dan mengendalikan epidemi. Tiongkok merasakan perihal yang sama. Meskipun masih memiliki permintaan besar untuk pasokan medis, Tiongkok akan mengutamakan persahabatan yang erat antara dengan Indonesia dan bersedia memberikan bantuan kepada Indonesia sesuai kapasitasnya.

Wang Yi percaya bahwa dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia segera dapat mengatasi epidemi sedini mungkin. Tahun ini menandai peringatan 70 tahun pembentukan hubungan diplomatik antara kedua negara, dan kedua belah pihak harus mengambil kesempatan ini untuk memperkuat kerjasama pembangunan "Belt and Road" dan fokus pada implementasi proyek-proyek penting seperti proyek kereta cepat Jakarta Bandung.

Wang Yi juga mengatakan bahwa virus itu tidak memiliki perbatasan negara dan merupakan musuh bersama umat manusia. Komunitas internasional harus bekerja sama untuk memerangi epidemi. Sejak awal, Tiongkok telah berbagi informasi tentang urutan genetik virus dengan komunitas internasional secara terbuka dan transparan dan telah aktif melakukan kerja sama internasional.

Pengorbanan besar Tiongkok dalam memerangi epidemi ini, tidak hanya menjaga kesehatan dan keselamatan orang-orang Tiongkok, tetapi juga memberikan waktu tunda yang berharga bagi masyarakat internasional untuk menghadapi epidemi tersebut. Upaya Tiongkok sangat dihargai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan komunitas internasional. Sejarah akan mencatat dan mengevaluasi secara adil dan obyektif.

Tiongkok dengan tegas menentang semua stigmatisasi epidemi dan perlakuannya terhadap negara-negara tertentu, karena ini tidak bermoral atau tidak adil, dan tidak hanya merusak kerja sama masyarakat internasional yang efektif dalam pencegahan epidemi, tetapi juga tidak kondusif bagi upaya negara-negara dalam menangani situasi epidemi mereka. Memerangi epidemi adalah pekerjaan umum yang melibatkan kesehatan dan keselamatan manusia, Tiongkok akan terus mendukung komunitas internasional sampai virus tersebut sepenuhnya dikalahkan.

Terkait

health

Tiongkok Beri Bantuan Medis, Miris, Saat Warga Jakarta Remeh...

  • Isfatu Fadhilatul
  • 19 Mar 2020

health

Penderita Ringan COVID 19 Tidak Akan Kenapa-napa

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

80% Pasien COVID-19 Belum Didiagnosis Sebelum Wuhan Lockdown...

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

Tidak Ada Pasien Baru COVID-19 di Guangxi, Namun Ada 34 Kasu...

  • Edwin Adriaansz
  • 21 Mar 2020

news

Beberapa Tipe Orang Yang Harus Dikarantina

  • Edwin Adriaansz
  • 22 Mar 2020

news

Shanghai: Tingkat Tanggap Darurat Turun ke Level II

  • Edwin Adriaansz
  • 23 Mar 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong