Lama Baca 3 Menit

SEJARAH: 1966 Peristiwa Insiden Macau 123 Berakhir

28 January 2022, 11:40 WIB

SEJARAH: 1966 Peristiwa Insiden Macau 123 Berakhir-Image-1

Suasana pertemuan saat insiden Macau 123 - Gambar diambil dari Internet, jika ada keluhan hak cipta silakan hubungi kami.

Beijing, Bolong.id – Hari ini 56 tahun yang lalu, pada tanggal 28 Januari 1966 peristiwa insiden Macau 123 berakhir.

Dilansir dari 查询工具大全, setelah bentrokan antara polisi dan orang-orang di Macau pada tanggal 15 November 1966 kelompok-kelompok Tionghoa pro-Tiongkok di Macau mencela pihak berwenang Macau-Portugis. Terjadi secara brutal menindas rakyat. Tetapi pihak berwenang Macau-Portugis bersikeras bahwa penindasan itu benar dan kedua belah pihak menemui jalan buntu. 

Pada 25 November, Gubernur Macau yang baru, Brigadir Jenderal Gallopi tiba di Macau melalui Hong Kong untuk memimpin. He Xian dan para pemimpin Tiongkok lainnya menolak untuk berpartisipasi dalam upacara penyambutan. 

Pada pagi hari tanggal 30 November, sekelompok guru dan siswa dari Sekolah Haojiang berkumpul di luar Rumah Gubernur Australia untuk memprotes. 

Pada hari-hari berikutnya semakin banyak pengunjuk rasa yang memprotes. Beberapa orang memegang buku merah dan membacakan kutipan Mao dengan keras. Situasi menjadi semakin tegang. Akhirnya pecah bentrokan kekerasan pada tanggal 3 Desember. Pasukan keamanan Macau-Portugis menembak untuk membubarkan massa dan mengumumkan darurat militer. 

Setelah Insiden 123, kelompok-kelompok Tiongkok meminta semua warga Australia untuk memboikot Portugis. 

Pada 27 Januari 1967, Kantor Urusan Luar Negeri Komite Rakyat Provinsi Guangdong mengeluarkan pernyataan keras yang memperingatkan bahwa otoritas Portugis Macau harus mengakui kesalahan mereka. 

Isi pengakuan tersebut antara lain bahwa pemerintah Macau bertanggung jawab penuh atas pembantaian tersebut. Memberhentikan pejabat yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu dan mengirim mereka kembali ke Portugis untuk menjalani hukuman. Mengganti kerugian orang yang tewas dan terluka, mengaku bersalah kepada semua warga Tionghoa di Macau, serta menyampaikan permintaan maaf yang mendalam. (*)


Informasi Seputar Tiongkok