
Bolong.id - China menyatakan penolakan tegas terhadap rencana kenaikan tarif impor semikonduktor asal Negeri Tirai Bambu oleh Amerika Serikat, menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang melanggar aturan perdagangan internasional dan berpotensi mengguncang stabilitas industri global.
Dilansir CGTN, Kamis (25/12/25), Melalui pernyataan resmi dari juru bicara Kementerian Perdagangan, Beijing menolak kesimpulan penyelidikan Section 301 yang dilakukan oleh Office of the United States Trade Representative (USTR) dan menegaskan bahwa tarif tambahan yang diumumkan AS akan mulai diberlakukan secara bertahap, dimulai dari tarif awal nol persen dan meningkat dalam 18 bulan ke depan hingga tingkat yang akan diumumkan setidaknya 30 hari sebelum tanggal 23 Juni 2027.
Pemerintah China menilai tarif yang direncanakan oleh AS bukan saja melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tetapi juga dapat merusak tatanan ekonomi dan perdagangan global serta mengganggu rantai pasok industri semikonduktor yang saling bergantung antarnegara. Selain itu, Beijing menyatakan bahwa kebijakan tersebut justru dapat merugikan perusahaan dan konsumen AS sendiri.
China telah mengajukan keberatan resmi melalui mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan bilateral, serta mendesak AS untuk segera membatalkan rencana tarif yang dianggap tidak berdasar dan untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog berdasarkan prinsip saling menghormati dan keuntungan bersama. Jika AS tetap melanjutkan kebijakan tarifnya, China menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan nasionalnya.
Rencana kenaikan tarif ini merupakan bagian dari hasil penyelidikan panjang AS terhadap praktik industri semikonduktor China dan mencerminkan ketegangan yang terus berlangsung antara dua ekonomi terbesar dunia dalam sektor teknologi tinggi.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
