Jaringan 5G Korea Selatan Memimpin Dunia, China Di Urutan Keenam

logo clock 3 Menit logo clock 06-10-2020, 14:10

Ilustrasi - Image from SCF

Beijing, Bolong.id - Baru-baru ini, Omdia, agen analisis data ternama, merilis laporan perkembangan 5G global. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Korea Selatan masih menjadi pemimpin dalam kemajuan 5G. Swiss saat ini berada di urutan kedua di dunia, melampaui Kuwait. Amerika Serikat menempati peringkat keempat, Tiongkok keenam, dan Inggris ketujuh.

Hingga akhir Maret lalu, Korea Selatan memimpin dalam adopsi 5G dengan 5,88 juta perangkat dengan kemampuan 5G, mencakup hampir 10% dari pasar layanan nirkabel di negara tersebut. Namun, setelah Sunrise dan Swisscom di Swiss, Ooredoo dan Vodafone di Qatar dan Kuwait meningkatkan cakupan dan upaya promosi mereka, cakupan pasar Korea Selatan ditantang.

Peringkat Negara dalam Perkembangahn 5G - Image from Omdia

Inggris menempati peringkat kedua di Eropa dan pemerintah Inggris telah berjanji untuk menginvestasikan GBP1,1 miliar (sekitar Rp21 triliun) dalam 5G, termasuk GBP400 juta (Rp7,6 triliun) untuk infrastruktur pendukung jaringan tetap (fixed) dan seluler baru.

Selain itu, Omdia mengatakan bahwa pasokan peralatan terbatas, yang menjadi kendala utama akses masyarakat ke jaringan 5G. Saat ini, smartphone adalah contoh yang baik. Meskipun pengiriman telah berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir, ponsel yang mendukung 5G hanya menyumbang sebagian kecil dari pasar secara keseluruhan.

Dapat dipahami bahwa lima faktor utama dipertimbangkan saat menyusun data ini untuk kuartal pertama tahun ini. Studi tersebut mengevaluasi kemajuan penerapan 5G dengan mengacu pada lima faktor, yakni startup operator, jangkauan jaringan, penggunaan pengguna, ketersediaan spektrum 5G, dan ekosistem regulasi di 22 negara.

Analis utama Omdia, Stephen Myerrs mengatakan, terlepas dari dampak epidemi COVID-19, pemerintah dan badan pengatur meningkatkan alokasi spektrum 5G, sedangkan perator terus meluncurkan dan memperluas jangkauan jaringan 5G. Diharapkan dalam 12-18 bulan ke depan, dengan rilis lebih banyak spektrum di seluruh dunia, akan ada lebih banyak peluncuran komersial 5G di pasar global utama, seperti dilansir dari Sohu. (*)

Penulis : Isna Fauziah
Editor : Nurul Diah

Terkait

Italia Memveto Kesepakatan 5G antara Fastweb dan Huawei China

 

logo clock 24-10-2020, 15:10
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Berkat Trump, Ponsel Baru Huawei Mungkin Jadi Edisi Terbatas

 

logo clock 23-10-2020, 10:38
logo clock Baca ini dalam 5 Menit
logo share

Baidu Berikan Tumpangan Gratis Uji Robotaxi di Beijing

 

logo clock 22-10-2020, 10:13
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China Masukkan Teknologi Kuantum dalam Rencana Lima Tahun Ke-14

 

logo clock 22-10-2020, 10:11
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Hidupkan Pariwisata, Hong Kong Luncurkan Kampanye dengan Pengalaman VR

 

logo clock 21-10-2020, 11:12
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral