Lama Baca 2 Menit

Polisi Hong Kong Tolak Izin Pawai, Rayakan Penyerahan Kembali Hong Kong

28 June 2020, 20:17 WIB

Polisi Hong Kong Tolak Izin Pawai, Rayakan Penyerahan Kembali Hong Kong-Image-1

Pawai di Hong Kong pada 1 Juli 2019 - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Hong Kong, Bolong.id - Departemen kepolisian Hong Kong pada hari Sabtu (27/6/2020) menolak izin pawai tahunan di bekas koloni Inggris tersebut, pada tanggal 1 Juli 2020, untuk menandai ulang tahun kembalinya kota ke tangan Tiongkok pada tahun 1997.

Dalam sebuah pemberitahuan kepada penyelenggara, yaitu Front Hak Asasi Manusia Sipil (民间人权阵线), pihak polisi mengutip peraturan kota saat ini, yang membatasi pertemuan agar tidak lebih dari 50 orang akibat dari COVID-19, termasuk pertemuan umum dan demonstrasi. Pemberitahuan yang diunggah di halaman Facebook tersebut juga mengutip insiden kekerasan yang terjadi setelah pertemuan umum dan demonstrasi yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut selama 12 bulan terakhir. "Setelah penilaian risiko, polisi menganggap bahwa pertemuan umum dan pawai ini adalah kegiatan berisiko tinggi," ungkap departemen kepolisian setempat dalam pos terpisah di halaman Facebook departemen, melansir dari reuters.com.

Langkah ini dilakukan menjelang pertemuan parlemen Tiongkok selama tiga hari, yang dimulai sejak hari Minggu (28/6/2020), di mana juga diperkirakan akan secara resmi memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional baru, pada malam ulang tahun ke-23 dari kembalinya Hong Kong ke pemerintahan Tiongkok.

Tiongkok mengambil kembali kendali atas Hong Kong, pada 1 Juli 1997, di bawah hukum "satu negara, dua sistem", yang memungkinkan kebebasan yang tidak bisa dinikmati di daratan Tiongkok, termasuk kebebasan protes dan peradilan independen. Tiongkok mengatakan bahwa Undang-Undang Keamanan Nasional, yang dikhawatirkan oleh pemerintah asing dan aktivis demokrasi, hanya menargetkan sekelompok kecil pengacau dan orang-orang yang mematuhi undang-undang tidak memiliki alasan untuk khawatir.