Jelang Liburan, Bioskop Tiongkok Naikkan Kapasitas Penonton

logo clock 4 Menit logo clock 16-09-2020, 15:09

Jelang Liburan, Bioskop Tiongkok Naikkan Kapasitas Pengunjung - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Bioskop di Tiongkok akan menaikkan batas kapasitas tempat duduk maksimum. Sebelumnya 50 persen menjadi 75 persen. Ini tanda pemulihan pandemi Covid-19 di saat pasar box office pasar perfilman.

Batas kehadiran baru tersebut akan berlaku pada 25 September 2020 mendatang, menurut versi terbaru dari pedoman bagi bioskop untuk melanjutkan bisnis sambil menerapkan langkah-langkah pengendalian COVID-19 yang dikeluarkan pada hari Selasa (15/9/2020) oleh Asosiasi Distribusi dan Pameran Film Tiongkok, dilansir dari Global Times, Rabu (16/9/2020).

Langkah ini dilakukan ketika pendapatan box office Tiongkok telah mencapai 5 miliar yuan (lebih dari Rp10,96 triliun) pada hari Senin (14/9/2020) sejak bioskop dibuka kembali pada 20 Juli lalu setelah penutupan berbulan-bulan akibat pandemi COVID-19.

Langkah tersebut juga telah dipuji sebagai dorongan untuk pasar box office menjelang hari libur Nasional pada awal Oktober mendatang. Liburan Hari Nasional selama tujuh hari pada tahun 2019 lalu terbukti merupakan musim liburan yang menguntungkan, menyumbang sekitar 5 miliar yuan (sekitar Rp10,96 triliun) dalam box office tahunan Tiongkok yang senilai lebih dari 64 miliar yuan atau sekitar Rp140,4 triliun.

Dalam daftar panjang film yang akan tayang di bioskop Tiongkok selama liburan tahun 2020 ini adalah film komedi Tiongkok "My People, My Homeland" dan film animasi yang telah lama ditunggu "Legend of Deification."

Legend of Deification - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Mirip dengan film blockbuster tahun 2019 "My People, My Country" yang juga memulai debutnya di sekitar Hari Nasional, 1 Oktober, "My People, My Homeland" yang akan datang mengadopsi teknik bercerita dari kreasi kolektif, yaitu satu film berisi banyak cerita yang digarap oleh sutradara yang berbeda. "My People, My Homeland" terdiri dari lima cerita yang juga menampilkan karya salah satu pembuat film Tiongkok paling terkenal, Zhang Yimou (张艺谋), sebagai produser eksekutif, dan Ning Hao (宁浩) sebagai direktur umum.

"Legend of Deification," sebuah film dari perusahaan di balik juara box office Tiongkok tahun 2019 lalu "Ne Zha" yang meraup lebih dari 5 miliar yuan di Tiongkok, menceritakan kisah Jiang Ziya (姜子牙), seorang tokoh mitologi. Jiang Ziya (姜子牙) adalah ahli strategi jenius dari novel "Fengshen Yanyi (封神演義)" atau "Penobatan para Dewa", sebuah buku yang berasal Dinasti Ming (1368-1644) yang menginspirasi "Ne Zha".

Di sisi lain, pedoman yang dirilis pada hari Selasa (15/9/2020) tersebut juga mengatakan bahwa batas kehadiran untuk suatu wilayah dapat disesuaikan oleh otoritas film tingkat provinsi di bawah bimbingan departemen pencegahan dan pengendalian pandemi setempat.

Penonton bioskop akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum memasuki bioskop dan mereka yang tidak memakai masker atau memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celcius tidak akan diizinkan masuk. Selain itu, semua tiket harus dipesan secara daring dengan nama asli dan dijual tanpa melakukan kontak fisik.

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Laut China Selatan Memanas, Jepang - Vietnam Sepakati Kerjasama Militer

 

logo clock 21-10-2020, 13:04
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Pembaruan Perjanjian Uskup Cerminkan Hubungan Sehat China-Vatikan

 

logo clock 21-10-2020, 13:01
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Kemenlu Tiongkok Warning India Hati-hati tentang Masalah Taiwan

 

logo clock 21-10-2020, 12:57
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Ini Bakal Jadi Bukti Pembicaraan antara China dan India Berjalan Baik

 

logo clock 21-10-2020, 11:44
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Ini Dia Hasil Investigasi Xinjiang oleh Pakar China

 

logo clock 21-10-2020, 11:40
logo clock Baca ini dalam 5 Menit
logo share

Viral