Kapal ke Tiongkok Terbalik, Lebih dari 40 ABK Hilang

logo clock 4 Menit logo clock 05-09-2020, 09:58

Penyelamatan Satu-Satunya Korban Kapal Tenggelam Sejauh Ini - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Tokyo, Bolong.id - Lebih dari 40 anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang setelah sebuah kapal pembawa ternak dari Selandia Baru ke Tiongkok terbalik karena badai di Laut Tiongkok Timur. Hal ini diungkapkan penjaga pantai Jepang, Kamis (3/9/2020).

Hanya satu orang anggota awak kapal dari Gulf Livestock 1 yang telah diselamatkan sejauh ini. Sementara itu, tiga kapal, empat pesawat dan dua penyelam ikut serta dalam pencarian korban hilang, dilansir dari Reuters, Jumat (4/9/2020). Dalam kapal yang terbalik tersebut, terdapat 43 awak terdiri dari 39 orang dari Filipina, dua dari Selandia Baru, dan dua ABK lainnya berasal dari Australia.

Kapal dengan muatan hampir 6.000 ternak, mengirim panggilan darurat dari barat Pulau Amami Oshima di barat daya Jepang pada hari Rabu (2/9/2020) ketika Topan Maysak menghantam daerah itu disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Sareno Edvarodo, seorang kepala perwira berusia 45 tahun dari Filipina, diselamatkan pada Rabu (2/9/2020) malam waktu setempat. “Hingga Kamis (3/9/2020) malam, dia masih satu-satunya orang yang diselamatkan sejauh ini,” ungkap seorang petugas penjaga pantai yang tidak disebutkan namanya, seraya menambahkan mayat beberapa ternak telah ditemukan.

Menurut Edvarodo, kapal tersebut kehilangan sebuah mesin sebelum dihantam gelombang dan terbalik. Saat kapal terbalik, awak kapal diperintahkan untuk mengenakan jaket pelampung. Edvarodo mengatakan kepada penjaga pantai bahwa dia melompat ke dalam air dan tidak melihat anggota awak lainnya sebelum dia diselamatkan.

Pemerintah Filipina mengatakan sedang berkoordinasi dengan penjaga pantai Jepang dalam pencarian korban hilang.

Topan Maysak menghantam Korea Selatan pada hari Kamis (3/9/2020), membawa angin kencang, dan setidaknya dua orang tewas di Kota Busan. Badai lain, Topan Haishen, sedang terjadi di selatan Jepang dan diperkirakan akan menghantam pantai Korea pada hari Minggu (6/9/2020) atau Senin (7/9/2020).

Gulf Livestock 1 berangkat dari Napier di Selandia Baru pada 14 Agustus 2020 dengan 5.867 sapi menuju Pelabuhan Jingtang di Tangshan, Tiongkok. Perjalanan itu diperkirakan akan memakan waktu sekitar 17 hari. Kapal berbendera Panama sepanjang 139 meter itu dibangun pada 2002. Gulf Navigation yang berbasis di Uni Emirat Arab mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Gulf Livestock 1 adalah kapal mereka.

Sapi-sapi tersebut diekspor oleh Australasian Global Exports yang bermarkas di Australia yang berspesialisasi dalam ekspor hewan hidup dan memiliki fasilitas karantina di Tiongkok. Sementara itu, masing-masing sapi-sapi tersebut bernilai sekitar 20.000 yuan (sekitar Rp43 juta).

Tiongkok telah mengimpor lebih dari 46.000 ekor sapi dari Selandia Baru sepanjang tahun 2020 ini, menurut data dari bea cukai Tiongkok. Di sisi lain, Kementerian Industri Primer Selandia Baru mengatakan telah menangguhkan sementara aplikasi ekspor ternak hidup setelah Gulf Livestock 1 menghilang.

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Politisasi Vaksin: Brasil Dapat Rusak Hubungan dengan Beijing

 

logo clock 27-10-2020, 05:06
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Ini Dia Top 5 Universitas Terbaik di China Tahun 2020

 

logo clock 26-10-2020, 18:03
logo clock Baca ini dalam 6 Menit
logo share

Xi Jinping Beri Surat Kepada Siswa dan Guru Seni, Masalah Apa?

 

logo clock 26-10-2020, 18:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Xi Jinping: Ekonomi China Tetap Tangguh Meski Dilanda Risiko Eksternal

 

logo clock 26-10-2020, 13:28
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

9 Hari Terakhir, Taiwan Laporkan Pesawat China Masuki Wilayahnya 46 Kali

 

logo clock 26-10-2020, 13:25
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral