Ini yang Perlu Kalian Tahu tentang COVID-19 Saat Ini

logo clock 5 Menit logo clock 07-10-2020, 16:46

Ini yang Perlu Kalian Tahu tentang COVID-19 Saat Ini - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Pandemi COVID-19 masih menghantui masyarakat dunia, ini dia fakta-fakta yang perlu kalian ketahui tentang COVID-19 saat ini.

Trump hadapi reaksi keras karena melepas masker

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi reaksi keras pada hari Selasa (6/10/2020) karena melepaskan maskernya ketika dia kembali ke Gedung Putih dan mendesak orang Amerika untuk tidak takut akan COVID-19.

Dalam sebuah video yang dibuat untuk televisi, Trump turun dari helikopter Marine One-nya mengenakan masker bedah putih kemudian melepasnya saat dia berpose, memberi hormat dan melambai, di South Portico.

“Jangan biarkan itu menguasai Anda. Jangan takut," kata Trump dalam video setelah kembali dari rumah sakit militer Pusat Medis Walter Reed.

Wakil Presiden Mike Pence dan penantang Kamala Harris akan dipisahkan oleh penghalang kaca selama debat mereka pada hari Rabu (7/10/2020) dalam upaya untuk menurunkan risiko penularan COVID-19, ungkap komisi yang mengawasi acara tersebut.

CDC merevisi pedoman COVID-19

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau yang disebut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS pada hari Senin (5/10/2020) mengatakan COVID-19 dapat menyebar melalui virus yang tertinggal di udara, kadang-kadang selama berjam-jam. Panduan baru ini mengakui kekhawatiran yang disuarakan secara luas oleh para ahli kesehatan masyarakat tentang penularan melalui udara.

Panduan CDC ini muncul beberapa minggu setelah badan tersebut menerbitkan dan kemudian menghapus peringatan serupa, memicu perdebatan tentang bagaimana virus menyebar.

Dalam panduan hari Senin (5/10/2020), CDC mengatakan ada bukti bahwa orang dengan COVID-19 kemungkinan menginfeksi orang lain yang berada lebih dari 1,8 meter jauhnya dalam ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk.

Dalam keadaan seperti itu, CDC mengatakan para ilmuwan percaya jumlah tetesan dan partikel kecil yang menular atau aerosol yang diproduksi oleh orang dengan COVID-19 menjadi cukup terkonsentrasi untuk menyebarkan virus.

Tingkat kasus positif tertinggi di dunia

Argentina memiliki tingkat tes COVID-19 positif tertinggi di dunia, menurut pelacak Our World In Data yang terkait dengan Oxford dengan hampir 6 dari 10 tes menunjukkan hasil positif. Ini dianggap cerminan dari tingkat pengujian yang rendah dan penegakan aturan penguncian yang longgar.

Argentina mencapai 809.728 kasus yang dikonfirmasi pada hari Senin (5/10/2020) dengan rata-rata sekitar 12.500 infeksi baru setiap harinya. Negara itu juga telah memiliki lebih dari 20.000 kematian pada minggu lalu. Para profesional medis mengatakan tingkat pengujian yang rendah dan pembatasan yang longgar telah mendorong tingkat positif yang tinggi.

Tiongkok dalam pembicaraan dengan WHO mengenai vaksin - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Tiongkok dalam pembicaraan dengan WHO tentang vaksin untuk penggunaan global

Tiongkok sedang dalam pembicaraan agar vaksin COVID-19 yang diproduksi secara lokal dinilai oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Ini dilakukan sebagai langkah untuk membuat vaksin tersebut tersedia demi penggunaan internasional, seorang pejabat WHO mengatakan pada hari Selasa (6/10/2020).

Ratusan ribu pekerja di garda terdepan melawan COVID-19 dan kelompok lain yang dianggap berisiko tinggi di Tiongkok telah diberi vaksin yang dikembangkan secara lokal meskipun uji klinis belum sepenuhnya selesai.

Socorro Escalate, koordinator WHO untuk obat-obatan esensial dan teknologi kesehatan di kawasan Pasifik Barat, mengatakan Tiongkok telah mengadakan diskusi awal dengan WHO untuk memasukkan vaksinnya ke dalam daftar penggunaan darurat.

Kepala Komisi yang tengah melakukan isolasi diri mengabaikan nasihat Uni Eropa

Kepala Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan dia akan meninggalkan karantina pada hari Selasa (6/10/2020) setelah melakukan kontak dengan seorang pasien yang positif COVID-19 seminggu sebelumnya, meskipun UE merekomendasikan isolasi diri dilakukan selama 14 hari.

Von der Leyen, 61 tahun, mengikuti aturan Belgia yang baru saja dilonggarkan, tetapi keputusannya untuk mengabaikan saran yang lebih ketat dari badan kesehatan publik tersebut dapat semakin melemahkan seruan umum Uni Eropa dalam memerangi pandemi. (*)

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Nurul Diah

Terkait

Setelah Corona, Norovirus Muncul. Bahaya, Tidak?

 

logo clock 20-10-2020, 16:50
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Nekat Makan Mie Jagung Berusia Setahun, Sekeluarga Tewas Keracunan

 

logo clock 20-10-2020, 13:19
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Hari Osteoporosis Sedunia: Sayangi Tulang Anda

 

logo clock 20-10-2020, 09:52
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Riset: COVID-19 Menempel di Kulit Manusia Selama 9 Jam!

 

logo clock 20-10-2020, 06:04
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

China Laporkan Tidak Ada Kasus COVID-19 Lokal yang Baru

 

logo clock 19-10-2020, 11:10
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral