Baca dalam 4 menit

Tiongkok Laporkan Satu Kasus Wabah Pes, Pemerintah Luncurkan Peringatan Dini Tingkat Tiga

Waktu Publish : 06 Jul 2020, 00:42 WIB
SHARE ARTIKEL

Tupai, Salah Satu Mamalia yang Menularkan Pes - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Mongolia, Bolong.id – Warga Tiongkok kini sensitif terhadap isu penyakit menular. Seorang petani di sana kena penyakit pes. Maka, pemerintah segera menganjurkan warga mengikuti petunjuk terkait penanganan hewa liar.

Dilansir dari Global Times, pemerintah mendesak penduduk setempat untuk segera ikuti langkah-langkah pencegahan dan pengendalian terkait penanganan hewan liar secara ketat.

Penyebabnya, seorang petani kena pes. Lantas diisolasi di rumah sakit setempat, dan hingga kini dilaporkan dalam kondisi stabil.

Risiko penularan wabah pes antar manusia sangat tinggi. Oleh sebab itu, pihak berwenang mewajibkan melakukan pengendalian termasuk tidak berburu secara ilegal, makan atau membawa hewan dan produk mereka keluar dari daerah tersebut.

Warga diwajibkan untuk lapor jika menemukan hewan yang mati dan gejala-gejala demam serta kematian mendadak seseorang di wilayah yang berdekatan.

Peringatan dini tingkat III mulai berlaku hari Minggu (5/7/2020) kemarin dan akan tetap berlaku sampai akhir tahun ini, kata pihak berwenang.

Tim Memeriksa Populasi Hewan Pengerat, Ganzi, Tiongkok 2019 - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Sebenarnya, apa itu wabah pes atau yang biasa disebut bubonic plague itu? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis, yaitu bakteri zoonosis yang biasanya ditemukan pada mamalia kecil dan kutu yang ada di tubuh mamalia tersebut.

Pada manusia, gejala penyakit muncul setelah masa inkubasi dari satu hingga tujuh hari. Penyakit ini biasanya menyebar dari gigitan kutu yang menggigit hewan pengerat yang terinfeksi seperti tikus, kelinci, dan tupai.

Ada dua jenis penyakit yang diakibatkan wabah pes ini, yaitu bubonic dan pneumonic, dimana dua penyakit ini muncul ketika bakteri sudah sampai ke paru-paru. Bentuk yang paling umum akibat wabah ini adalah kelenjar getah bening yang bengkak atau biasa disebut ‘bubo’.

Namun, sekarang penyakit ini dapat dikatakan sebagai penyakit langka. Pasalnya, sejak tahun 2010 hingga 2015, hanya ada 3.248 kasus yang dilaporkan di seluruh dunia, termasuk 584 kasus kematian. Sekarang sebagian besar wabah pes ini hanya ada di Republik Demokratik Kongo, Madagaskar, dan Peru.

Meskipun terhitung sebagai penyakit langka, namun wabah pes adalah penyakit menular yang parah dan memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Berdasarkan hukum Tiongkok tentang pencegahan dan pengobatan penyakit menular, wabah pes ini termasuk ke daftar penyakit menular kelas A.

Pada November 2019 lalu, dua orang yang bepergian dari Daerah Otonomi Mongolia Dalam ke Beijing didiagnosis telah menderita wabah pneumonia. Wah, setelah mendengar informasi ini, kita harus semakin waspada ya. (*)

Terkait

technology

Pesawat Amfibi Tiongkok, AG600, Lakukan Uji Terbang Berbasis...

  • Aisyah Hidayatullah
  • 27 Jul 2020

technology

Pesawat Multi-Rotor Pertama Terbang di Yantai

  • Della Shafira Putri
  • 19 Jul 2020

technology

Drone CH-5 Versi Maritim Tiongkok Uji Terbang Pertama

  • Aisyah Hidayatullah
  • 18 Jul 2020

technology

Airlines Tiongkok Beri Internet Cepat dalam Pesawat

  • Dwi
  • 11 Jul 2020

news

Demi Tingkatkan Arus Kas, Maskapai Tiongkok Tawarkan Diskon

  • Yohana Intan
  • 05 Jul 2020

news

Deg-degan, Deh! Pesawat Bomber Dekati Pulau Taiwan dari Timu...

  • Oki
  • 29 Jun 2020
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong