Pompeo Gunakan Kunjungan Tokyo untuk Mengecam China

logo clock 3 Menit logo clock 07-10-2020, 17:38

Pompeo Gunakan Kunjungan Tokyo untuk Mengecam China - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Tokyo, Bolong.id - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengunjungi Jepang pada hari Selasa (6/10/2020) kemarin untuk menggalang dukungan dari sekutu terdekat Washington di Asia. Ia menyerukan kolaborasi yang lebih mendalam dengan Jepang, India, dan Australia sebagai benteng melawan pengaruh regional Tiongkok yang tengah berkembang.

Ini adalah kunjungan ke Asia Timur Pompeo yang pertama dalam lebih dari setahun, bertepatan dengan ketegangan yang memburuk dengan Tiongkok. Namun, seruan untuk bersatu melawan Beijing adalah topik sensitif bagi sekutu Washington ini yang bergantung pada Tiongkok di bidang perdagangan, dilansir dari Reuters, Rabu (7/10/2020).

Dalam komentar sebelum dimulainya pertemuan kelompok Quad (Quadrilateral Security Dialogue, terdiri dari AS, Jepang, India, dan Australia) dari menteri luar negeri empat negara, Pompeo berbicara dengan tidak tanggung-tanggung menentang Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang berkuasa di Beijing. Tindakannya ini berbeda dengan tiga rekannya yang semuanya menghindari menyebut Tiongkok secara langsung.

"Sebagai mitra dalam Quad ini, sekarang lebih penting daripada sebelumnya bahwa kami berkolaborasi untuk melindungi orang-orang dan mitra kami dari eksploitasi, korupsi, dan pemaksaan PKT," kata Pompeo, mengacu pada partai yang berkuasa di Tiongkok tersebut.

"Setelah kami melembagakan apa yang kami lakukan, kami berempat bersama, dapat mulai membangun kerangka keamanan yang benar," terang Pompeo kepada Nikkei, menyarankan negara lain dapat ditambahkan ke "struktur" itu pada “waktu yang tepat”.

Pompeo mengatakan kepada penyiar publik Jepang NHK bahwa penting “gambaran bersama” dari tantangan itu dibagikan dengan negara-negara Asia Tenggara. Akan tetapi, analis mengatakan pengelompokan formal yang dirujuk oleh Pompeo mungkin tidak akan pernah terbentuk, mengingat kebutuhan negara-negara di kawasan itu untuk menyeimbangkan hubungan mereka dengan Tiongkok.

Kunjungan Pompeo seharusnya mencakup perjalanan ke Mongolia dan Korea Selatan, tetapi dikurangi menjadi satu hari setelah Presiden Donald Trump didiagnosis dengan COVID-19.

Sebuah pernyataan Departemen Luar Negeri mengatakan Pompeo berbicara pada Selasa (6/10/2020) dengan Presiden Mongolia Khaltmaa Battulga dan membahas kerja sama untuk memperkuat keamanan di Asia, serta penjadwalan ulang kunjungannya ke Ulaanbaatar dalam waktu dekat.

Amerika Serikat dan Tiongkok, dua ekonomi teratas dunia, berselisih mengenai berbagai masalah. Mulai dari penanganan COVID-19 oleh Beijing, hingga penerapan undang-undang keamanan baru di Hong Kong dan konflik di Laut Tiongkok Selatan. (*)

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Edwin Adriaansz

Terkait

China Amandemen UU Bendera Nasional

 

logo clock 19-10-2020, 14:38
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kedutaan Besar China Tentang Wawancara Media India Ini

 

logo clock 19-10-2020, 14:22
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Lindungi Anak di Bawah Umur di Dunia Maya, China Revisi Undang-Undang

 

logo clock 19-10-2020, 11:59
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China Desak Jepang Refleksikan Kesalahan Agresi di Masa Lalu

 

logo clock 19-10-2020, 11:57
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Pembukaan ASEAN-China Young Leaders Scholarship (ACYLS) 2020 Bakal Digelar Online

 

logo clock 19-10-2020, 04:31
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Viral