Baca dalam 3 menit

Tahun 2021 Ekonomi Tiongkok Akan Tumbuh Sebesar Delapan Persen!

Waktu Publish : 14 Jul 2020, 19:48 WIB
SHARE ARTIKEL

UBS Tiongkok - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami


Beijing, Bolong.id - Selasa (23/6/20), seorang ekonom United Bank of Switzerland (UBS) mengatakan, angka produk domestik bruto (PDB) Tiongkok diperkirakan akan naik lebih dari delapan persen pada kuartal pertama tahun 2021. Hu Yifan (胡一凡), CIO regional dan kepala ekonom Tiongkok di UBS Global Wealth Management, memperkirakan bahwa PDB Tiongkok akan berubah positif pada kuartal kedua tahun ini. Pada kuartal ketiga dan keempat, ekonomi Tiongkok akan naik sebesar lima hingga enam persen, dan akan kembali normal menyamai tahun 2019 lalu, kata Hu Yifan, seperti dilansir pada CGTN.

Hu Yifan (胡一凡) melanjutkan, Tiongkok akan terus memperkenalkan kebijakan yang dpaat menjadi stimulus pertumbuhan ekonominya. Skala pengeluaran fiskalnya sangat besar sampai dapat menyumbang tujuh hingga delapan persen kepada PDB Tiongkok. Meskipun investasi pada bulan Januari 2020 sampai Mei 2020 masih negatif, data dalam satu bulan berubah positif pada April 2020, sekitar satu persen, dan mencapai tiga persen pada Mei 2020, catatan investasi juga melambung sangat cepat, karena didukung oleh sektor infrastruktur dan real estate.

Berikut beberapa alasan yang mendorong investor asing untuk berinvestasi di Tiongkok:

1. Konsumsi Tiongkok, terutama pada warga kelas menengah Tiongkok, terlihat menjanjikan di masa pandemi ini, investor asing yakin pada potensi ini;

2. Tiongkok mengangkat ambang batas ekuitas asing;

3. Perusahaan-perusahaan Tiongkok telah matang sehingga bisa memimpin banyak sektor industri, investor asing pun dapat membeli teknologi dan aset mereka, ketimbang kalau harus membangun dari awal.

Hu Yifan (胡一凡) menambahkan, pemulihan ekonomi di Tiongkok ditandai dengan output industri rebound dan juga tingkat konsumsi yang tinggi. Konsumsi pada barang-barang konsumen dasar dan kebutuhan kantor tumbuh lebih cepat, dan penjualan mobil juga melebihi ekspektasi.

Penulis: Della Shafira Putri

Terkait

news

Perusahaan Tiongkok di India Didiskriminasi

  • Della Shafira Putri
  • 18 Aug 2020

news

HUT PLA Ke-93 Tandai Kerjasama Tiongkok-Indonesia Lawan Pand...

  • Yohana Intan
  • 30 Jul 2020

news

Kompetisi 'Persahabatan dan Kerjasama' ASEAN-Tiongkok Digela...

  • Yohana Intan
  • 30 Jul 2020

video

Wah! Ada Teknologi Canggih, Beli Tiket di Mesin Tiket Tanpa ...

  • Edwin Adriaansz
  • 27 Jul 2020

news

Bayi Baru Panda Asal Tiongkok Berhasil Lahir di Korea Selata...

  • Yohana Intan
  • 25 Jul 2020

news

AS dan Inggris Boikot Huawei, Mengapa Tiongkok Tak Boikot Ap...

  • Yohana Intan
  • 24 Jul 2020
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong