Baca dalam 3 menit

COVID-19 dan Banjir Hancurkan Liburan Festival Perahu Naga Tiongkok

Waktu Publish : 29 Jun 2020, 15:59 WIB
SHARE ARTIKEL

Banjir di Desa Qingyuan, Guangdong, Tiongkok Selatan - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Festival Perahu Naga (端午节) membawa berkah tersendiri bagi sektor pariwisata, namun meski terjadi peningkatan jumlah wisatawan selama liburan di tengah pandemi COVID-19 ini, apabila dibandingkan dengan tahun 2019, jumlahnya masih sangat kurang. Selama liburan Festival Perahu Naga (端午节) yang berlangsung pada hari Kamis-Sabtu (25-27 Juni 2020), pendapatan pariwisata Tiongkok merosot hampir 70 persen. Hal ini dikarenakan orang-orang menghindari ke luar rumah, karena ada gelombang baru infeksi virus corona di utara, juga ada banjir di provinsi selatan negara tersebut. Akibatnya, pendapatan pariwisata anjlok sebesar 69 persen, menjadi 12,3 miliar yuan atau sekitar 249 triliun rupiah, menurut Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok (中华人民共和国文化和旅游部).

Dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, kementerian menghindari kata-kata yang menunjukkan penurunan. Sebaliknya, dikatakan juga kalau sektor pariwisata sedang dalam proses merangkak kembali ke tingkat yang normal. Pariwisata harus mengikuti aturan protokol kesehatan demi mencegah virus COVID-19 tahun 2020 ini, yang memiliki persyaratan utama, bahwa semua tujuan wisata yang beroperasi harus membatasi agar tidak lebih dari 30 persen memenuhi kapasitas mereka.

Berdasarkan angka pemesanan tiket hotel dan maskapai penerbangan, penyedia layanan perjalanan daring terbesar Tiongkok, Ctrip, mengatakan kalau pasar pariwisata domestik telah pulih sejak bulan Maret 2020, setelah adanya penurunan pada bulan Februari 2020, ketika kota Wuhan di Tiongkok sedang terkunci (lockdown) dan pandemi virus corona baru sedang memuncak. Laju pertumbuhan pada Juni 2020 melambat dari bulan-bulan sebelumnya.

Hal ini dikarenakan adanya kasus COVID-19 baru di Beijing, yang muncul pada tanggal 11 Juni 2020 lalu, yang telah menginfeksi 311 orang di ibu kota. Maka dari itu, setiap orang yang ingin meninggalkan Beijing, harus terlebih dahulu menjalani tes asam nukleat. Namun, banyak juga masyarakat yang pada akhirnya membatalkan niatnya untuk menjalani tes dan lebih memilih tinggal di rumah dan tidak pergi kemana-mana.

Sementara itu, Tiongkok selatan juga mengalami musim banjir yang hebat, peringatan badai hujan dikeluarkan selama 26 hari berturut-turut pada bulan Juni 2020. Berminggu-minggu hujan lebat dan banjir hebat mempengaruhi orang di seluruh negeri, termasuk di Guangxi, Guizhou, Guangdong, Hunan, dan Jiangxi. Ekonom Larry Hu (胡伟俊) dari Macquarie Capital mengatakan, pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat diperkirakan akan membebani pengeluaran pariwisata masyarakat Tiongkok dan konsumsi lainnya dalam jangka panjang.


Terkait

news

Slogan 'Boikot China' Lagi Tren di India, Apa Benar Segampan...

  • Della Shafira Putri
  • 25 Oct 2020

news

Perusahaan Tiongkok di India Didiskriminasi

  • Della Shafira Putri
  • 18 Aug 2020

news

Xi'an akan Buka Rute Kereta Barang Tiongkok-Eropa

  • Isna Fauziah
  • 01 Aug 2020

news

Blogger Amerika Bantu Dunia Dengar Opini Masyarakat Tiongkok

  • Yohana Intan
  • 31 Jul 2020

news

Tiongkok, AS Harus Mengatur Ulang Hubungan Antar Kedua Negar...

  • Yohana Intan
  • 31 Jul 2020

news

Daratan Tiongkok Melaporkan 105 Kasus COVID-19 Baru

  • Yohana Intan
  • 30 Jul 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong