Baca dalam 4 menit

Siapakah “Nyonya” dalam Serial Drama The Little Nyonya?

Waktu Publish : 30 Jul 2020, 14:26 WIB
SHARE ARTIKEL

Serial Drama The Little Nyonya - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Dilansir dari Sina News, The Little Nyonya, serial drama asal Singapura yang dirilis pada 2008 lalu, akhirnya dibuat kembali dengan judul yang sama di Tiongkok. Serial drama yang ditayangkan di platform online iQiyi mulai 12 Juni lalu ini, ternyata memiliki latar belakang keluarga Tionghoa kaya di Selat Malaka pada 1930-an.

Lalu, siapakah sebenarnya yang disebut “Nyonya” dalam drama ini? Yuk, kita intip latar belakang sejarah di balik serial drama ini!

1. Siapa itu "Nyonya"?

Serial Drama The Little Nyonya - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Di Singapura, “Nyonya” adalah kata ganti khusus untuk sekelompok orang. Pada masa Dinasti Ming di abad ke-15, Tiongkok banyak mengirim armada laut, salah satunya ke Selat Malaka. Orang dari pantai negara Tiongkok yang datang ke sana lalu menetap di Indonesia dan Singapura.

Dalam waktu yang cukup lama, banyak dari mereka yang akhirnya menikah dengan penduduk setempat. Keturunan mereka disebut dengan峇峇 (baba) untuk laki-laki, dan娘惹 (niangre) untuk perempuan. Atau disebut juga 峇峇娘惹 (tionghoa peranakan-baba dan nyonya).

Hanya orang yang bermigrasi ke daerah tersebut pada saat dan sebelum dinasti Ming, dan yang berdarah campuran-lah yang bisa dipanggil baba dan nyonya.

Meski begitu, mereka tetap mempertahankan budaya tradisional Tiongkok. Selain itu, karena sebagian besar dari mereka datang ke Asia Tenggara untuk tujuan bisnis, jadi rata-rata dari mereka berasal dari keluarga yang relatif kaya.

2. Dialek Baba

Dari segi bahasa, Nyonya Baba menggunakan bahasa mereka sendiri untuk bergabung dengan bahasa lokal. Sehingga membentuk bahasa khusus, yang disebut dialek Baba. Jenis bahasa ini agak berbeda di setiap kelompok, tergantung dengan wilayah masing-masing, dan juga mengandung banyak dialek lokal.

2. Masakan Nyonya

Masakan Nyonya - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Dalam serial drama “The Little Nyonya”, kita dapat melihat banyak proses memasak hidangan khas Nyonya. Hidangan ini memiliki karakteristik lokal dan budaya Tionghoa. Masakan Nyonya menggabungkan selera dan rempah-rempah Asia Tenggara dengan teknik memasak peradaban Tiongkok.

3. Manik-Manik Bordir

Sulaman - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.


Manik-Manik Bordir - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Dalam serial drama ini, kita dapat melihat setiap Nyonya pasti memiliki keterampilan menyulam. Hasil sulaman mereka seperti sepatu bordir, dompet, dan aksesoris biasanya diberikan khusus kepada suami masing-masing.

Tentunya, motif sulaman Nyonya ini juga memiliki ciri khas budaya Tiongkok seperti motif dekorasi peony atau phoenix.

4. Kebaya

Kebaya Nyonya - Image from Sulaman - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.


Kebaya Nyonya - Image from Sulaman - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Kebaya merupakan pakaian yang biasa dikenakan oleh Nyonya. Pada awalnya, kebaya ini merupakan atasan berlengan panjang dengan jubah panjang. Namun, diubah sedemikian rupa karena menyesuaikan dengan iklim tropis Asia Tenggara. Pada saat itu, kebaya menjadi simbol estetika kaum wanita.

Jika kalian ingin melihat langsung budaya Baba Nyonya, kalian bisa mengunjungi Baba Nyonya Museum di Singapura. Di sana banyak perabotan, aksesoris dan pakaian indah khas Tionghoa Peranakan. (*)

Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong