Baca dalam 3 menit

UPDATE: Tiongkok Beri Waktu 72 Jam pada AS untuk Tutup Konsulat AS di Chengdu

Waktu Publish : 25 Jul 2020, 10:57 WIB
SHARE ARTIKEL

Konsulat Jenderal AS di Chengdu - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Tiongkok, Bolong.id – Dilansir Global Times, Tiongkok telah perintahkan AS untuk menutup konsulatnya di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok Barat Daya sebagai balasan atas permintaan AS untuk menutup Konsulat Jenderal Tiongkok di Houston, AS. Hal ini dikatakan pada Jumat (25/7/20) waktu setempat oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok. Para analis menyebut tindakan ini sebagai "tindakan balasan dan timbal balik yang setara.”

Perintah ini datang setelah AS tiba-tiba meminta Tiongkok Selasa (25/7/20) untuk menutup Konsulat Jenderal di Houston dalam waktu 72 jam, yang merupakan provokasi politik sepihak oleh pihak AS terhadap Tiongkok dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, yang secara serius merusak hubungan bilateral.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok Jumat (25/7/20) pagi waktu setempat memberi tahu Kedutaan Besar AS di Tiongkok tentang keputusannya untuk menarik kembali izin pendirian dan operasi Konsulat Jenderal AS di Chengdu. Kementerian juga membuat persyaratan khusus untuk penghentian semua operasi dan acara oleh Konsulat Jenderal.

Menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, tanggung jawab atas situasi ini sepenuhnya berada di tangan AS. Mereka sangat mendesak AS untuk segera mencabut keputusan yang salah dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk mengembalikan hubungan bilateral ke normal.

Setelah adanya perintah Tiongkok agar AS menutup Konsulat Jenderalnya di Chengdu dalam waktu 72 jam, artinya konsulat ini akan ditutup pada Senin (27/7/20) pagi.

Perlu diketahui, Konsulat AS di Chengdu ini mencakup urusan konsuler di beberapa provinsi dan wilayah termasuk Daerah Otonomi Tibet di Tiongkok Barat Daya. Konsulat ini pernah dikepung banyak masyarakat Tiongkok pada tahun 1999 lalu terkait tindakan protes mereka atas AS terhadap kedutaan Besar Tiongkok di Beograd.

Sebelumnya, telah muncul spekulasi bahwa Tiongkok mungkin akan menutup Konsulat Jenderal AS di Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok Tengah sebagai pembalasan atas penutupan Konsulat Jenderal Tiongkok di Houston.

Namun, hal ini tidak akan sepadan, karena sebagian dari staf AS belum kembali ke konsulat Wuhan, penutupannya tidak akan sama dengan taktik penindasan dan tekanan ekstrim AS, dan akan dilihat sebagai gerakan lemah ke pihak AS. Terlebih jumlah karyawan Konsulat Jenderal AS di Chengdu hampir sama dengan konsulat Tiongkok di Houston.

Menurut Lu Xiang, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok di Beijing, AS tidak mungkin melakukan provokasi lebih lanjut untuk menutup lebih banyak kantor diplomatik Tiongkok di AS. Trump memilih konsulat Tiongkok di Houston sebab lokasi tersebut memang lokasi strategis Partai Republik AS.

Sedangkan, konsulat Tiongkok di kota seperti New York dan San Fransisco tidak mungkin ditutup AS. Pasalnya, dua kota ini tidak dimenangkan oleh Partai Republik AS, sehingga dengan menutupnya tidak akan membantu Trump untuk menang di pemilu AS mendatang.

Liu Xiang menambahkan jika AS terus bertindak demikian, Tiongkok dapat memainkan kartu lain untuk membalas, yaitu mengusir mereka yang disebut "diplomat" AS yang sebenarnya adalah agen CIA yang berlokasi di Tiongkok, terutama mereka yang berada di Hong Kong. (*)


Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong
32
21
16
1
1
3