Lama Baca 3 Menit

Indonesia-Hong Kong-Tiongkok, Mitra Dagang Kuat Dunia

20 August 2020, 15:07 WIB

Indonesia-Hong Kong-Tiongkok, Mitra Dagang Kuat Dunia-Image-1

Carrie Lam (林鄭月娥) Kepala Eksekutif Hong Kong dalam Wabinar 'Rising Ups and Downs: Hong Kong-Indonesia Partnership-  Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami.

Hong Kong, Bolong.id – Acara Webinar ‘Riding Ups and Downs: Hong Kong-Indonesia Partnership’, Selasa (18/8/20) lalu dihadiri Carrie Lam (林鄭月娥) kepala eksekutif Hong Kong, Mahendra Siregar wakil Menteri Luar Negeri RI, Xie Feng (谢锋) Komisaris Kementerian Luar Negeri Tiongkok di Hong Kong, dan pembicara lain yang berperan besar dalam kerja sama Indonesia-Hong Kong. 

Webinar ini membahas mengenai perkembangan ekonomi dan teknologi Indonesia, Hong Kong dan Tiongkok.

Menurut Carrie Lam (林鄭月娥), Belt and Road Initiative Tiongkok dapat membawa perubahan yang besar, terutama dalam hal perkembangan ekonomi Hong Kong, Tiongkok dan Indonesia. 

Di sisi lain, Indonesia sangat mendukung Hong Kong dalam people to people bonds, salah satunya dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong yang jumlahnya sekitar 100 ribu pekerja.

Perkembangan teknologi akan membawa pengaruh besar terhadap kerja sama antara Indonesia dan Hong Kong. Nantinya, semua bidang akan menggunakan teknologi digital sebagai medianya. Misalnya saja sekarang di Hong Kong, teknologi digital telah membantu penanganan COVID-19. 

Disusul dengan e-health, e-commerce, e-education. Hong Kong berencana untuk bersinergi dengan Indonesia dalam pengembangan teknologi digital ini.

Sedangkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok lebih terfokus dalam hal manufaktur dan logistik.

Dalam 6 bulan pertama 2020, Mahendra Siregar mengatakan pendapatan kerja sama ekonomi Indonesia dan Hong Kong mencapai USD8 miliar, atau sekitar Rp44.226 triliun. 

Kedepannya kedua negara ini akan mendukung perkembangan SME (Small Medium Enterprise), dan memperluas sektor-sektor baru. Seperti perkembangan pada bidang farmasi, pelatihan kejuruan, dll.

Di sisi lain, Xie Feng (谢锋)  mengatakan, hubungan Tiongkok dan Asia merupakan ‘mesin’ baru dunia. Saat ini, Tiongkok dan Asia menjadi mitra dagang teratas di dunia. Tiongkok dan Asia menerapkan hal-hal ini dalam bersinergi: saling terbuka, win-win result, menjaga rantai pasokan agar tetap aman dan stabil.

Prinsip 1 negara 2 sistem Hong Kong-Tiongkok sangat meningkatkan hukum dan kebijakan di Hong Kong. Menurutnya Xie Feng (谢锋), Indonesia merupakan negara yang lingkungannya stabil dan mudah terprediksi. 

Relasi bisnis antara Tiongkok, Indonesia dan Hong Kong akan berkembang pesat. Terlebih dengan adanya Belt and Road Initiative Tiongkok. Sebab di sisi Hong Kong, Tiongkok sangat mendukung bisnis Hong Kong yang sejalan dengan Belt and Road Initiative. (*)