Baca dalam 3 menit

Tiongkok Tolak Ikan dari RI, Karena Ditemukan Patogen Corona

Waktu Publish : 19 Sep 2020, 11:36 WIB
SHARE ARTIKEL

Otoritas Tiongkok selidiki aneka barang yang masuk - Image from Strait Times


Jakarta, Bolong.id - Eksportir makanan laut dari Indonesia ditolak masuk Tiongkok, karena ditemukan patogen Corona pada kemasannya. Eksportirnya PT Putri Indah, Sumatera Utara, Indonesia. Demikian dikutip dari Strait Times, Sabtu (19/9/20).

Tiongkok akan menghentikan impor produk akuatik dari PT Putri Indah selama seminggu, setelah menemukan partikel virus korona pada kemasan ikan layur beku, kata kantor bea cukai dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Strait Times.

Dihubungi wartawan, pihak PT Putri Indah tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui SMS dan telepon. Sehingga tidak ada tanggapan.

Pihak berwenang China telah menyelidiki daging impor, makanan laut, kemasan, dan wadah sebagai sumber potensial Covid-19 sejak Juni 2020 setelah berulang kali menemukan jejak patogen.

Namun, hanya enam dari lebih dari 500.000 sampel yang dinyatakan positif virus corona, kata bea cukai awal bulan ini.

Negara itu sebelumnya telah melarang impor produk termasuk daging beku, udang Ekuador, dan sayap ayam Brasil setelah tes positif.

Sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengatakan bahwa tidak ada bukti Covid-19 ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan, para peneliti China menemukan virus corona pada salmon dingin, mungkin menular selama lebih dari seminggu. (*)

Terkait

news

RSIA di China Akan Layani Pengobatan Tradisional

  • Djono W. Oesman
  • 06 May 2021

news

China Berhasil Selamatkan 700 Anak yang Hilang dan Diculik

  • Lupita
  • 04 May 2021

news

Program Peningkatan Nutrisi China Bermanfaat Bagi Lebih dari...

  • Lupita
  • 03 May 2021

news

Gembiranya Anak SD Taiwan Lihat Panda Beneran

  • Djono W. Oesman
  • 30 Apr 2021

news

China Atur Pekerjaan Sosial Lembaga Kesejahteraan Anak

  • Nurul Diah
  • 29 Apr 2021

lifestyle

Shanghai Kembali Gelar Pertunjukan Drama Anak Internasional

  • Esy Gracia
  • 25 Apr 2021
Banner Kanan
Logo follow bolong