AS Larang China Serang Taiwan, Tapi Sikap AS Masih Ambigu

logo clock 3 Menit logo clock 08-10-2020, 13:54

Fregat China Weifang, saat di Cape Town, Afsel, 2019 - Image from Xinhua

Washington DC, Bolong.id - Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) Robert O'Brien, memperingatkan Tiongkok agar tidak merebut paksa Taiwan. Uniknya, dia juga mengatakan, respons AS terhadap masalah itu masih belum jelas.

Dilansir dari Reuters, Kamis (8/10/2020), Robert O'Brien menyatakan, Tiongkok terlibat dalam pembangunan Angkatan Laut besar-besaran yang belum pernah terlihat sejak upaya Jerman bersaing dengan Angkatan Laut Kerajaan Inggris sebelum Perang Dunia I.

"Bagian dari itu adalah memberi mereka kemampuan untuk mendorong kita keluar dari Pasifik Barat, dan memungkinkan mereka untuk melakukan pendaratan amfibi di Taiwan," ujar O'Brien saat berbicara dalam sebuah acara di Universitas Nevada, Las Vegas.

"Masalahnya adalah pendaratan amfibi sangat sulit," imbuhnya, merujuk pada jarak 160 kilometer antara Tiongkok dan Taiwan, serta kurangnya pantai-pantai untuk mendarat di pulau tersebut.

"Itu bukan tugas yang mudah, dan ada juga banyak ambiguitas soal apa yang akan dilakukan Amerika Serikat sebagai respons atas kemungkinan serangan Tiongkok terhadap Taiwan," cetus O'Brien, saat ditanya apa opsi AS jika Tiongkok benar-benar menyerang Taiwan.

O'Brien merujuk pada kebijakan lama AS soal 'ambiguitas strategis' saat ditanya soal apakah AS akan melakukan intervensi untuk melindungi Taiwan atau tidak.

Diketahui bahwa AS diwajibkan oleh undang-undang untuk memberikan sarana mempertahankan diri kepada Taiwan.

Namun tidak dijelaskan apakah AS akan melakukan intervensi militer jika Tiongkok menyerang, atau melakukan sesuatu yang kemungkinan mengarah pada konflik lebih luas dengan Tiongkok.

Komentar O'Brien ini disampaikan saat Tiongkok secara signifikan meningkatkan aktivitas militer di dekat Taiwan dan saat hubungan AS dan Tiongkok jatuh ke titik terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Lebih lanjut, O'Brien menegaskan kembali seruan AS bahwa Taiwan perlu belanja pertahanan lebih banyak dan melakukan reformasi militer untuk memperjelas kepada Tiongkok soal risiko upaya serangan. Ditegaskan O'Brien bahwa Taiwan perlu 'mengubah diri mereka menjadi landak' secara militer. (*)

Penulis : Djono W. Oesman
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

China Amandemen UU Bendera Nasional

 

logo clock 19-10-2020, 14:38
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kedutaan Besar China Tentang Wawancara Media India Ini

 

logo clock 19-10-2020, 14:22
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Lindungi Anak di Bawah Umur di Dunia Maya, China Revisi Undang-Undang

 

logo clock 19-10-2020, 11:59
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China Desak Jepang Refleksikan Kesalahan Agresi di Masa Lalu

 

logo clock 19-10-2020, 11:57
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Pembukaan ASEAN-China Young Leaders Scholarship (ACYLS) 2020 Bakal Digelar Online

 

logo clock 19-10-2020, 04:31
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Viral