Lama Baca 3 Menit

Kemlu RI Akan Evakuasi 9 WNI yang Disebut Rusia Jadi "Tameng Hidup" di Ukraina

10 March 2022, 17:27 WIB

Kemlu RI Akan Evakuasi 9 WNI yang Disebut Rusia Jadi

Warga Ukraina melakukan evakuasi - Image from berbagai sumber. Segala keluhan terkait hak cipta silahkan hubungi kami

Jakarta, bolong.id - Kabar beredar Rusia menyebut kelompok radikal Ukraina menjadikan warga asing, termasuk warga negara Indonesia (WNI), sebagai 'tameng hidup'. Merespon kabar tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan semua WNI aman.

Kemlu RI menyebutkan, bahkan sebagian dari jumlah yang disebut Rusia itu sudah sampai di Indonesia. Kini sejumlah WNI di Kota Chernihiv juga bakal dievakuasi.

"Kondisi 9 WNI di Chernihiv dalam keadaan aman di lokasi safe house tempat mereka bekerja. Rencana evakuasi sudah disiapkan namun tetap memperhatikan situasi keamanan sepanjang jalur evakuasi," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, saat dikonfirmasi, Rabu (9/3/2022).

Bila dilihat dari daftar yang disampaikan pihak Rusia sebelumnya pada 7 Maret 2022, ada 2 WNI di Kharkiv, 7 WNI di Odessa, dan 9 WNI di Chernihiv. Kini, 2 WNI di Kharkiv ini sedang dievakuasi menuju lokasi aman sedangkan sejumlah WNI di Odessa saat ini sudah pulang ke Tanah Air.

"Tujuh ABK (Anak Buah Kapal) WNI di Odessa sudah berhasil dievakuasi menuju Bucharest dan sudah kembali ke Indonesia," kata Judha.

Secara umum, terdapat 51 WNI yang berada di Ukraina hingga saat ini. Mayoritas dari mereka adalah WNI yang memilih tetap tinggal di Ukraina disamping beberapa WNI yang sedang diupayakan dievakuasi keluar
Ukraina.

Adapun informasi dari Rusia terkait "tameng hidup" ini disampaikan TASS, agensi berita Rusia lewat berita bertanggal 7 Maret, serta informasi dari pihak Kedutaan Besar Rusia di Filipina di grup Telegram, pada hari yang sama.

Kedutaan Besar Rusia di Filipina memaparkan daftar warga negara asing yang di grup itu disebut dijadikan tameng hidup oleh Ukraina. Ada ratusan WN Yordania, India, China, Tanzania, puluhan WN Turki, Mesir, Pakistan, hingga belasan WN Vietnam, Tunisia, hingga Indonesia.

Namun, Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah mengatakan bahwa "di Kiev masih ada staf KBRI dan saya tidak mendengar sinyalemen tersebut (bahwa WNI menjadi tameng hidup pihak Ukraina)".(*)


Informasi Seputar Tiongkok