Baca dalam 3 menit

Lanskap Budaya Seni Batu Cadas Zuojiang Huashan

Waktu Publish : 25 Sep 2021, 16:54 WIB
SHARE ARTIKEL

Seni Batu Zuojiang Huashan - Image from China Tours, China Yangtze River Cruise

Bolong.id - Lanskap Budaya Seni Batu Zuojiang Huashan adalah area luas seni cadas bersejarah yang dilukis di permukaan tebing batu kapur. Peninggalan bersejarah ini terletak di tepi barat Sungai Mingjiang di wilayah perbatasan barat daya Tiongkok yang berasal dari sekitar abad ke-5 SM hingga abad ke-2 M.

Peninggalan ini dibuat oleh orang-orang Luoyue untuk menggambarkan kehidupan dan ritual mereka. Di kompleks ini, terdapat 38 situs seni cadas dan lanskap karst, sungai, dan dataran yang ditafsirkan menggambarkan budaya genderang perunggu yang dulu lazim di seluruh Tiongkok Selatan.

Kompleks seni cadas yang dekat dengan desa adalah yang terbesar di antara 38 situs. SItus ini berisi 1.951 motif yang sebagian besar adalah sosok manusia yang melakukan upacara. Lukisan-lukisan itu tersebar di area seluas 8.000 meter persegi di tebing dan dinilai sebagai panel seni cadas tunggal terbesar di dunia selain Garis Nazca di Peru.

Lukisan pada situs ini banyak menggambarkan manusia yang berjongkok, seperti yang dijumpai di banyak seni cadas prasejarah di seluruh dunia. Seni cadas di Zuojiang pun memiliki gambar manusia yang sangat berjongkok, dipercaya menggambarkan ketaatan orang-orang Luoyue.

Namun, ada juga yang mengatakan, sosok jongkok tersebut mungkin terinspirasi dari katak yang erat dihubungkan dengan kejantanan dalam seni prasejarah serupa. Selain itu, penyembahan kepada dewa katak juga umum di antara masyarakat yang menanam padi.

Adapun situs yang ditambahkan ke Daftar Warisan Budaya Dunia pada tahun 2016 ini dibuat dengan mineral dan asam oksalat yang berasal dari tanaman lokal, sehingga menghasilkan warna merah yang tidak mudah pudar.

Dilansir dari chinaculture.org, meskipun telah diteliti, masih banyak misteri yang belum terungkap terkait seni cadas ini. Misalnya, mengapa seniman tiba-tiba berhenti membuat seni cadas dan apa yang terjadi pada pembuatnya belum terjawab. Selain itu, bagaimana motif digambar begitu tinggi - sekitar 60 meter di atas sungai - juga masih dipelajari.

Hingga hari ini, drum perunggu masih dihormati sebagai simbol kekuasaan di Tiongkok Selatan. Apresiasi masyarakat lokal pun mungkin menjadi alasan mengapa seni cadas masih berada dalam kondisi yang relatif baik hingga lebih dari 2.000 tahun kemudian. Di Zuojiang sendiri, banyak pula penduduk setempat melihat situs itu sebagai wilayah terlarang.(*)


Informasi Seputar Tiongko

Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong