Duta Besar Kolombia Sambut Positif Investasi dari China

logo clock 3 Menit logo clock 08-10-2020, 10:57

Luis Diego Monsalve - Image from Spanish China

Tiongkok, Bolong.id - Duta Besar Kolombia untuk Tiongkok, Luis Diego Monsalve, mengatakan bahwa Kolombia menyambut baik investasi dari Tiongkok, terutama untuk pembangunan infrastruktur Kolombia. 

Monsalve mengatakan bahwa Tiongkok dan Kolombia telah memperdalam kerja sama di berbagai bidang sejak Presiden Xi Jinping bertemu dengan mitranya dari Kolombia Ivan Duque di Beijing pada Juli 2019. Demikian dilansir dari CGTN, Rabu (7/10/2020). 

Pada KTT China Green Companies yang diadakan di Haikou pada akhir September, Monsalve berkata bahwa Hainan akan menjadi sebuah pintu pembuka bagi seluruh dunia yang datang ke Tiongkok. 

Komentar Monsalve muncul setelah pemerintah pusat Tiongkok mengumumkan pada bulan Juni rencana keseluruhan untuk membangun pulau itu menjadi pelabuhan perdagangan bebas dengan kebijakan perpajakan yang lebih menguntungkan. 

Kemudian pada bulan Agustus, pemerintah daerah mengeluarkan buku panduan untuk investasi di pelabuhan perdagangan bebas, yang juga tersedia dalam bahasa Inggris. Monsalve memperhatikan bahwa Hainan memiliki industri pariwisata yang sangat berkembang, yang dapat menarik pengunjung dari seluruh dunia. Dia percaya bahwa pelabuhan perdagangan bebas di Hainan dapat memberikan “peluang besar untuk memulai pertukaran produk dan layanan.”

Tiongkok dan Kolombia mempertahankan hubungan ekonomi yang erat. Tiongkok adalah mitra dagang terbesar kedua di Kolombia, sedangkan Kolombia adalah mitra dagang terbesar kelima Tiongkok di Amerika Latin. Data resmi menunjukkan bahwa volume perdagangan bilateral mencapai $15,6 miliar (Sekitar Rp229 triliun) pada 2019, naik 6,8 persen dari tahun sebelumnya. 

Kedua negara juga bekerja sama dalam eksplorasi minyak dan telekomunikasi. Monsalve memperhatikan bahwa perusahaan Tiongkok kuat dalam energi bersih dari teknologi informasi. Dia mengatakan bahwa Kolombia menyambut baik investasi Tiongkok di dua bidang tersebut

Pada 2019, sebuah konsordium yang dipimpin oleh perusahaan Tiongkok memenangkan tawaran untuk proyek metro terbesar Kolombia sebagai pemasok kereta bawah tanah di ibukotanya, Bogota. Proyek kereta bawah tanah senilai $5 miliar (setara Rp 73 triliun) akan memakan waktu 4 atau 5 tahun untuk diselesaikan. Proyek itu juga  akan merevolusi seluruh kota dan akan sangat membantu untuk memindahkan kota. Dalam istilah ekonomi, akanmenghemat banyak uang dan waktu, Kata Monsalve. (*) 


Penulis : Maureen
Editor : Nurul Diah

Terkait

Dibawah Tekanan, Pendapatan Huawei Naik 9,9%

 

logo clock 24-10-2020, 13:07
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

CIIE ke-3 Munculkan Peluang Bagi Perusahaan Produk Pertanian dan Makanan Global

 

logo clock 24-10-2020, 10:33
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

China dan Ukraina Luncurkan Rute Baru Kereta Barang

 

logo clock 24-10-2020, 07:12
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Setelah COVID-19, Akankah Wuhan Tetap Jadi 10 Kota Teratas di China?

 

logo clock 23-10-2020, 13:32
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Daur Ulang Pakaian Bekas Jadi Tren di China

 

logo clock 22-10-2020, 14:17
logo clock Baca ini dalam 6 Menit
logo share

Viral