Lama Baca 3 Menit

AOPGI Banten Gelar Coaching Clinic Keselamatan Pendakian, Dimulai SMA Negeri 4 Pandeglang

31 January 2026, 09:36 WIB

AOPGI Banten Gelar Coaching Clinic Keselamatan Pendakian, Dimulai SMA Negeri 4 Pandeglang-Image-1
Poster Coaching Klinik 

Bolong.id - Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) Regional Banten menggelar kegiatan Coaching Clinic Pelatihan Keselamatan Pendakian bagi siswa-siswi tingkat SMA/SMK/MA sebagai langkah preventif dalam menekan angka kecelakaan pada aktivitas alam terbuka, khususnya pendakian gunung yang banyak melibatkan kalangan remaja, Sabtu (31/01/26). 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai pembuka di SMA Negeri 4 Pandeglang, dan direncanakan akan terus digelar secara berkelanjutan di sekolah-sekolah lain di seluruh Provinsi Banten sepanjang tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen AOPGI Banten dalam membangun budaya keselamatan dan tanggung jawab lingkungan sejak usia sekolah.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, AOPGI Banten menggagas program Coaching Clinic sebagai upaya edukatif yang aplikatif dan mudah dipahami oleh kalangan pelajar.
Dalam kegiatan ini, peserta dibekali berbagai materi dasar keselamatan, di antaranya manajemen pendakian, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan Medical First Responder (MFR), Vertical Rescue, teknik survival, serta navigasi darat. 

Materi dirancang untuk memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan secara langsung dalam aktivitas alam terbuka. Koordinator kegiatan, Daden Hilmansah, S.Pd., menuturkan bahwa mayoritas kecelakaan dalam aktivitas pendakian dan alam terbuka terjadi pada kelompok usia remaja. 

“Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya edukasi keselamatan sejak dini. Oleh karena itu, AOPGI merasa perlu berkontribusi melalui upaya preventif berupa pelatihan dan pendampingan keselamatan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Aopgi Banten. Deni Ahmad Fanani, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, menjelaskan bahwa kegiatan ini secara khusus digelar untuk menjawab keresahan yang berkembang di kalangan pendaki milenial. Menurutnya, aktivitas pendakian saat ini dipromosikan secara besar-besaran melalui berbagai platform, namun tidak dibarengi dengan edukasi yang melekat mengenai potensi bahaya, risiko, serta cara mengantisipasi dan mengatasinya.

“Pengetahuan tentang keselamatan, risiko pendakian, hingga aspek pelestarian alam adalah hal yang sangat penting untuk disampaikan. Kami berharap kegiatan ini bisa mengetuk kesadaran kita semua, sekaligus membuka mata bahwa pendakian gunung bukan lagi kegiatan eksklusif milik kelompok atau komunitas tertentu, melainkan sudah menjadi aktivitas umum yang harus diiringi dengan tanggung jawab,” tuturnya.

Melalui Coaching Clinic ini, AOPGI Banten berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan generasi muda bahwa keselamatan diri dan kelestarian alam merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam setiap aktivitas pendakian. Program ini juga diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam membangun budaya pendakian yang aman, beretika, dan berkelanjutan di Provinsi Banten. (*) 

Informasi Seputar Tiongkok