
Beijing, Bolong.id - Pemerintah Tiongkok kembali memperketat pengawasan terhadap konten digital, kali ini dengan menyoroti micro-drama yang menampilkan anak-anak sebagai pemeran utama.
Dilansir dari 光明日报 Senin (12/01/26), otoritas Nasional Radio dan Televisi Tiongkok (National Radio and Television Administration / NRTA) menegaskan bahwa konten semacam ini harus sesuai dengan usia anak dan tidak mengandung unsur yang merusak perkembangan fisik maupun mental mereka.
NRTA secara tegas menolak alur cerita micro-drama yang menggambarkan anak-anak secara tidak wajar, seperti ditampilkan licik, penuh intrik, atau terlibat konflik khas dunia orang dewasa.
Plot yang berkaitan dengan intrik politik, perundungan di sekolah, maupun konflik emosional yang berlebihan juga dinilai tidak pantas untuk diperankan oleh anak-anak.
Micro-drama sendiri merupakan format hiburan audiovisual yang tengah naik daun di Tiongkok. Dengan durasi singkat, alur cepat, dan cerita padat, jenis konten ini sangat populer di media sosial.
Dalam beberapa waktu terakhir, banyak platform berlomba-lomba menghadirkan micro-drama dengan anak-anak “lucu” sebagai tokoh utama, yang dianggap sebagai formula ampuh untuk meraih popularitas dan jumlah penonton besar.
Seorang pejabat NRTA menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memperkuat perlindungan terhadap anak di industri hiburan, khususnya dari praktik-praktik yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.
Dengan kebijakan ini, Tiongkok berharap industri micro-drama dapat berkembang secara sehat, kreatif, dan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak-anak. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
