
Beijing, Bolong.id - Hong Kong kembali menegaskan posisinya sebagai pusat keuangan internasional Asia. Pada 26–27 Januari mendatang, kota ini akan menjadi tuan rumah Asian Financial Forum (AFF) ke-19, yang tahun ini menghadirkan terobosan baru berupa Global Business Summit perdana.
Acara bergengsi ini diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong dan Hong Kong Trade Development Council (HKTDC).
Dilansir dari 人民网 Rabu (07/01/26), mengusung tema “Co-creating New Horizons Amid an Evolving Landscape”, forum ini diperkirakan akan menarik lebih dari 3.600 peserta dari berbagai negara.
Lebih dari 100 pemimpin bisnis global, tokoh politik, dan pakar keuangan akan berkumpul untuk membahas dinamika geopolitik, tren makroekonomi, serta arah masa depan perekonomian dunia.
Ketua HKTDC, Frederick Ma, menjelaskan bahwa kehadiran Global Business Summit bertujuan memperluas diskusi AFF yang selama ini berfokus pada sektor keuangan.
“Kami ingin membawa pembahasan lebih dekat ke jantung ekonomi riil, menggali potensi industri bernilai tinggi, serta mendorong gelombang inovasi baru demi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Maggie Ng, Ketua Komite Pengarah Asian Financial Forum sekaligus CEO HSBC Hong Kong, menekankan bahwa peserta forum tahun ini akan memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan para pemimpin industri yang tengah mendorong transformasi besar di berbagai sektor.
Mulai dari teknologi, konsumen, layanan kesehatan, hingga keuangan, diskusi akan menyoroti inovasi terkini serta keunggulan Hong Kong di bidang-bidang strategis.
Rangkaian acara AFF 2025 akan diisi dengan panel diskusi tematik, pidato kunci, jamuan makan siang khusus, hingga sesi sarapan bisnis. Topik yang dibahas mencakup tren ekonomi global, proyeksi pertumbuhan, serta isu-isu hangat yang memengaruhi dunia keuangan dan industri.
Dengan kombinasi perspektif global dan fokus pada ekonomi nyata, Asian Financial Forum tahun ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk membangun kolaborasi lintas sektor dan membuka peluang baru di tengah lanskap ekonomi dunia yang terus berubah. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
