
Beijing, Bolong.id - Tiongkok terus mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan dengan memperluas penggunaan opsi pembayaran cerdas dalam sistem asuransi medis nasional. Langkah ini mencakup penerapan pengenalan wajah, kode QR, pembayaran seluler, serta pembayaran berbasis kredit, yang bertujuan mengurangi antrean panjang dan menyederhanakan proses pembayaran bagi pasien.
Dilansir dari 中视快报网 Sabtu (10/01/26), kebijakan tersebut diumumkan melalui pemberitahuan resmi dari Administrasi Jaminan Kesehatan Nasional China (NHSA). Inisiatif ini dirancang untuk mengatasi masalah klasik dalam layanan medis, seperti pembayaran berulang dan waktu tunggu yang lama, dengan membangun sistem pembayaran terpadu yang mencakup layanan rawat jalan, gawat darurat, hingga rawat inap.
Dalam sistem baru ini, berbagai metode pembayaran akan diintegrasikan dan saling melengkapi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat yang beragam. Salah satu inovasi utama adalah pembayaran dengan pengenalan wajah, yang memungkinkan pasien melakukan verifikasi identitas dan pembayaran tanpa kartu fisik maupun ponsel pintar. Fitur ini dinilai sangat membantu pasien lanjut usia yang kurang familiar dengan teknologi digital.
Sementara itu, pembayaran melalui kode QR memungkinkan pasien menyelesaikan klaim asuransi medis, pembayaran dari akun pribadi, serta biaya yang harus ditanggung sendiri hanya dengan satu kali pemindaian, menggantikan prosedur terpisah yang sebelumnya memakan waktu.
Opsi pembayaran seluler memungkinkan seluruh proses—mulai dari pendaftaran, pembayaran, hingga penggantian biaya—dilakukan secara daring melalui aplikasi atau mini-program. Adapun pembayaran berbasis kredit memberi kemudahan tambahan, di mana bank dapat menalangi terlebih dahulu biaya medis pasien sesuai batas kredit yang disetujui, sehingga pasien bisa berobat lebih dulu dan membayar kemudian.
NHSA juga menegaskan bahwa penguatan keamanan data dan perlindungan privasi pribadi menjadi prioritas utama. Berbagai langkah pengendalian risiko akan diterapkan untuk memastikan sistem ini berjalan secara aman, legal, dan berkelanjutan.
Sebagai tahap awal, kota-kota percontohan akan dipilih berdasarkan kesiapan infrastruktur digital dan kemampuan reformasi, dengan setidaknya dua kota di setiap provinsi diharapkan menjadi pelopor. Pemerintah menargetkan cakupan nasional bagi institusi medis yang memenuhi syarat dapat tercapai dalam waktu sekitar tiga tahun, seiring dengan perluasan dan standarisasi sistem secara bertahap.
Dengan inovasi ini, Tiongkok berharap dapat menciptakan pengalaman layanan kesehatan yang lebih efisien, inklusif, dan ramah bagi pasien, sekaligus mendorong modernisasi sistem jaminan kesehatan di era digital. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
