
Bolong.id - Serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela awal Januari 2026 telah menjadi peringatan penting bagi China untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan udara dan kemampuan kontra-intelijen. Menurut analis militer dan pakar keamanan. Insiden ini menyoroti kelemahan dalam sistem pertahanan udara modern dan pentingnya kesiapsiagaan teknologi tinggi di era konflik elektronika dan perang udara canggih.
Dilansir SCMP, Rabu (7/1/26), Operasi AS cepat termasuk pembajakan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya dari Caracas, mengekspos keterbatasan sistem pertahanan udara yang digunakan di Venezuela. Meskipun Venezuela mengoperasikan radar produksi China seperti JY-27A dan sistem rudal pertahanan udara Rusia, respons mereka terhadap gangguan elektronik dan taktik perang modern terbukti tidak optimal saat menghadapi manuver udara dan kemampuan surveilans AS.
Analis di China mengatakan bahwa operasi tersebut menunjukkan kebutuhan untuk memperbarui perangkat keras radar, memperkuat sistem identifikasi dan pencegahan infiltrasi, serta menjamin keamanan data intelijen militer dari gangguan luar. Peningkatan kemampuan kontra-intelijen juga dianggap krusial untuk melindungi rahasia dan jaringan pertahanan negara dalam menghadapi ancaman kompleks yang melibatkan serangan siber, pengacauan sinyal, dan operasi udara siluman.
Beberapa pengamat menekankan bahwa kondisi Venezuela bukanlah cerminan penuh kemampuan militer AS melawan kekuatan besar seperti China, sehingga dampak langsung terhadap kebijakan pertahanan China kemungkinan lebih strategis ketimbang operasional. Mereka melihat kejadian ini sebagai studi penting yang memperkuat fokus Beijing pada integrasi teknologi pertahanan udara, persenjataan canggih, dan koordinasi intelijen sebagai bagian dari penguatan keseluruhan militer.
Respons publik di China terhadap berita serangan tersebut mencerminkan keinginan kuat untuk memperkuat pertahanan nasional dan kesiapan menghadapi ancaman modern, terutama di tengah persaingan strategis yang terus meningkat dengan Amerika Serikat.(*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
