Lama Baca 9 Menit

China Siapkan Yuan Digital Untuk Gantikan Dollar As

21 February 2021, 11:42 WIB

China Siapkan Yuan Digital Untuk Gantikan Dollar As-Image-1

Yuan digital - Image from Berbagai sumber


Jakarta, bolong.id - Tiongkok tak ingin ketinggalan soal teknologi, termasuk mata uang digital.

Yuan digital dipersiapkan sejak jauh-jauh hari yang digadang-gadang bisa menggantikan posisi dollar AS sebagai mata uang global.

Dihimpun dari berbagai sumber, Minggu (21/2/2021) inilah aneka langkah Tiongkok mempersiapkan Yuan digital:

Siap 'Dominasi' Dunia

Pada September 2020, People's Bank of China (PBOC) disebut sudah melakukan uji coba di sejumlah wilayah di Tiongkok. Penambang Bitcoin asal China Chandler Guo menyebut sistem pembayaran yang dibuat oleh Tiongkok yang disebut dengan DCEP. Guo menyebutkan DCEP ini akan menjadi mata uang resmi Tiongkok dalam versi digital dan akan menjadi mata uang global yang mendominasi.

"Suatu hari nanti semua orang di dunia akan menggunakan DCEP," kata dia.

Guo mengatakan keberhasilan DCEP
ini dilandasi dengan banyaknya orang Tiongkok yang berada di luar negeri. Kendati begitu, banyak yang mempertanyakan, pengembangan mata uang ini akan menimbulkan kekhawatiran jika uang itu digunakan untuk memata-matai warga Tiongkok.

Penampakan Yuan Digital

Pertama kali Yuan digital terdeteksi berasal dari tangkapan layar ini berasal dari aplikasi seluler milik Agricultural Bank of China. Munculnya Yuan digital pada kuartal pertama 2020 itu sempat bikin heboh jagat maya.

Dalam aplikasi tersebut terlihat jika aplikasi uang digital ini memiliki fungsi dasar yang mirip dengan platform pembayaran online lain. Misalnya Alipay dari Alibaba, WeChat Pay dari Tencent.

Saat itu Lembaga Penelitian Mata Uang Digital, People's Bank of China (PBOC) selaku pengawas pengembangan proyek ini justru enggan mengomentari tangkapan layar uang digitak Tiongkok tersebut. Pasalnya, hanya mereka yang tahu bagaimana bentuk asli mata uang digital tersebut dan hanya mereka pula yang berhak meluncurkan versi akhirnya.

Jika uang ini diluncurkan, maka Tiongkok akan menjadi negara dengan ekonomi besar yang mengeksplorasi mata uang digital dan dikontrol oleh PBOC, mulai dari sistem desentralisasi yang mendasari cryptocurrency seperti Bitcoin dan tidak memerlukan administrasi dari
otoritas pusat.

Mata Uang Masa Depan

Jack Ma, miliarder pendiri raksasa e-commerce China Alibaba mengingatkan mata uang digital baru, seperti Bitcoin dan Yuan digital Tiongkok, dapat digunakan untuk membangun jenis baru sistem perbankan dan keuangan.

"Mata uang digital dapat menciptakan nilai dan kita harus memikirkan tentang bagaimana membangun jenis sistem keuangan baru melalui mata uang digital," kata Ma.

Belum diketahui bagaimana Yuan digital akan bekerja dengan aplikasi perbankan komersial yang populer di
Tiongkok.

Namun, Alipay dari Ant Group terbukti berhasil melakukan revolusi pembayaran di Tiongkok hanya dalam
beberapa tahun yang singkat. Alipay sekarang memiliki 700 juta pengguna aktif bulanan per akhir 2020.

Bagi-bagi Uang Digital

Menjelang akhir tahun kemarin, Pemerintah Kota Suzhou, Tiongkok, membagikan paket merah secara digital berisi uang digital kepada warganya. Setidaknya 20 juta Yuan setara Rp 42 miliar (kurs Rp 2.100/Yuan) kepada penduduknya melalui undian/lotere.

Sebanyak 100.000 paket merah digital dengan masing-masing berisi 200 Yuan, dibagikan kepada penduduknya,
tepat di tengah perayaan festival belanja Double Twelve (12.12). Pembagian paket merah digital itu akan berlaku hingga 27 Desember.

Namun, tak semua warga Tiongkok berkesempatan memenangkan undian paket tersebut. Undian paket ini terbatas pada setiap warga negara Tiongkok yang tinggal di kota timur saja. Caranya, dengan mendaftar lotre melalui aplikasi Suzhoudao, aplikasi layanan publik resmi kota itu.

Pemenang akan menerima paket merah, simbol tradisional keberuntungan Tiongkok, melalui Aplikasi Digital Renminbi resmi, yang belum tersedia untuk diunduh tetapi akan dapat diakses oleh para pemenang.

Yuan digital, yang secara resmi dikenal sebagai Pembayaran Elektronik Mata Uang Digital (DCEP), adalah bagian dari rencana Tiongkok untuk bergerak menuju masyarakat tanpa uang tunai. Tidak seperti bitcoin dan mata uang kripto lainnya, DCEP dikeluarkan dan didukung oleh bank sentral negara dan dirancang sebagai versi digital dari yuan.

Langkah Suzhou dilakukan setelah Shenzhen meluncurkan uji coba publik skala besar pertama di negara itu dari versi beta dari digital yuan pada bulan Oktober lalu. Kali ini yang
didistribusikan di Suzhou adalah sebesar 20 juta yuan, dua kali lipat dari jumlah yang diluncurkan oleh kota Shenzhen sebelumnya.

Memperkuat Ekosistem

Yuan digital kian menguat ekosistemnya, usai JD.com akan menjadi mall virtual pertama di Tiongkok yang akan menggunakan Yuan dugital, mata uang kripto yang didukung Bank Sentral China. Berbagai persiapan pun dilakukan raksasa retailer terbesar
kedua di Tiongkok ini.

JD Digits, perusahaan fintech yang berafiliasi dengan JD.com, akan meluncurkan program percobaan bulan ini. Pelanggan akan membayar barang-barang tertentu menggunakan yuan digital.

Melalui akun WeChat resmi mereka, JD.com mengatakan akan ada sekitar 100.000 voucher uang tunai digital senilai total 20 juta yuan. Uang digital ini akan dirilis untuk penduduk Kota Suzhou di provinsi timur Jiangsu pada 11 Desember.

Yuan digital per Desember 2020 telah digunakan di lebih dari empat juta transaksi, senilai total sekitar 2 miliar
Yuan. Menurut Gubernur Bank Rakyat China Yi Gang, bank sentral memulai
pengujian untuk mata uang yuan renminbi online di beberapa kota pada April.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan
statusnya sebagai mata uang global, dan untuk membantu mengendalikan ekonomi domestik yang dengan cepat berubah menjadi digital.

Sementara itu, JD Digits akan berkontribusi untuk mempromosikan perkembangan ekonomi digital dan riil dengan mendukung Bank Rakyat China dan pemerintah daerah meluncurkan program percontohan yuan digital di Suzhou.

Angpau Digital

Imlek juga dimanfaatkan Tiongkok untuk menumbuhkembangkan Yuan digital. Kota Shenzhen jadi wilayah percobaan Yuan digital, dengan membagikan angpau dalam 100.000 amplop merah yang totalnya mencapai 20 juta yuan digital atau sekitar Rp 42 miliar kepada warga kota yang beruntung.

Pembagian angpau itu dilakukan dengan mekanisme lotre, yakni diundi. Warga Kota Shenzhen harus mendaftarkan diri di platform i-Shenzhen untuk memenangkan angpau tersebut.

Sekitar 100.000 warga kota yang beruntung akan mendapatkan angpau dalam bentuk uang digital senilai masing-masing 200 Yuan digital atau lebih dari Rp 420.000.

Bagi warga kota yang menang angpao Yuan digital harus membelanjakan uang tersebut mulai hari ini, 7 Januari sampai 17 Januari 2021. Angpau dalam amplop merah itu hanya bisa dibelanjakan ke 10.000 pedagang dalam bentuk barang.

Sebagai informasi, amplop merah adalah tradisi Tiongkok untuk memberikan uang pada hari libur atau acara khusus seperti pernikahan.

ATM Yuan Digital

Nasabah Agricultural Bank of China wilayah Shenzen pekan lalu mulai menukarkan uang dari angpao ke Yuan digital.

Hal ini karena bank meluncurkan mesin ATM untuk menyetor dan menarik Yuan digital melalui aplikasi handphone pintar dan mengonversi uang tunai serta tabungan ke mata uang digital.

Manager Digital Yuan Innovation Lab Zou Hua mengungkapkan mesin ATM ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk beradaptasi dengan uang digital.

"Agricultural Bank of China saat ini memimpin dan meluncurkan fitur setor dan tarik tunai di ATM agar bisa membantu penduduk Shenzhen beradaptasi dan mempelajari layanan digital ini," kata dia dikutip dari asiatimes.com.

Dari laporan Shenzen Daily disebutkan percontohan atau masa percobaan Yuan digital pada akhir tahun lalu mengalami kemajuan yang pesat.

Tapi pada Desember 2020, mantan Gubernur People Bank of China Zhou Xiaochuan mengungkapkan, jika kecil
kemungkinan Yuan Digital bisa menggantikan uang tunai. (*)

BACA JUGA