Baca dalam 3 menit

Clubhouse Kirim ID Pengguna ke China?

Waktu Publish : 18 Feb 2021, 08:27 WIB
SHARE ARTIKEL

Aplikasi Clubhouse - Image from Dari berbagai sumber

Bolong.id - Clubhouse adalah media sosial berbasis audio yang tengah naik daun. Belakangan terungkap bahwa data percakapan suara di layanan ini ternyata dikirim ke server yang berlokasi di Tiongkok.

Hal tersebut dikemukakan oleh para peneliti siber dari Stanford Internet Observatory (SIO). Dalam laporannya, disebutkan bahwa infrastruktur backend Clubhouse disediakan oleh perusahaan Tiongkok bernama Agora yang berbasis di Shanghai.

Data yang dikirimkan berupa nomor ID Clubhouse yang bersifat unik untuk masing-masing pengguna, berikut nomor ID chatroom, dalam bentuk plain text yang rawan diintip.

"Siapapun yang mengamati trafik internet bisa dengan mudah mencocokkan (nomor) ID dengan chatroom untuk melihat siapa berbicara dengan siapa," kicau SIO dalam sebuah tweet
Selain nomor ID dan chatroom yang ditransmisikan tanpa perlindungan, Agora kemungkinan juga bisa mengakses raw audio pengguna.

Data audio ini, menurut peneliti SIO, bisa saja diambil dan disimpan oleh Agora, dan keamanannya diragukan, kecuali kalau sudah dilindungi lewat end-to-end encryption. "Tapi, kecil kemungkinannya Clubhouse sudah menerapkan enkripsi end-to-end," sebut laporan SIO.

Temuan SIO menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data, terutama untuk para pengguna dari Tionngkok yang pemerintahnya dikenal represif terhadap kebebasan berpendapat di internet.
Agora dapat diminta menyerahkan data pengguna Clubhouse oleh pemerintah Tiongkok. Agora mengklaim tidak menyimpan data dimaksud, tapi pihak pemerintah Tiongkok bisa saja menyadap trafik dan mengambilnya sendiri.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dariThe Verge, Selasa (16/2/2021), juru bicara Agora menampik dengan mengatakan bahwa pihaknya tidak menyalurkan trafik audio atau video dari pengguna di luar Tiongkok melalui server yang berlokasi di Tiongkok.

Memang kirim data ke China

Menanggapi laporan SIO, pihak Clubhouse membenarkan bahwa untuk "sebagian kecil" trafiknya, ping jaringan yang mengandung ID pengguna memang dikirm ke server di berbagai belahan dunia, kemungkinan termasuk juga yang berlokasi di Tiongkok.
Mengenai absennya proteksi data, Clubhouse juga mengatakan bakal segera menerapkan perlindungan berupa enkripsi, serta akan mencegah client Clubhouse mengirimkan ping ke server di Tiongkok.

"Kami juga berencana kerja sama dengan firma keamanan data eksternal untuk meninjau dan memvalidasi perubahan-perubahan in," sebut Clubhouse.

Soal pengguna di Tiongkok, Clubhouse sendiri sebenarnya sejak awal memang tidak tersedia secara resmi di negara tersebut. Clubhouse sempat muncul di App Store Tiongkok saat peluncurannya pada September 2020, tapi segera dihapus pada bulan berikutnya.
Para pengguna di Negeri Tirai Bambu kemudian berhasil mengakali agar bisa mengunduh media sosial tersebut.
Dalam waktu singkat, popularitas Clubhouse melejit di Tiongkok. Para penggunanya di sana sempat mendiskusikan hal-hal "terlarang" seperti demonstrasi Tiananmen yang menarik hingga ribuan partisipan.
Namun, kiprah Clubhouse di Tiongkok tak berlangsung lama karena pemerintah Negeri Tirai Bambu memblokir aplikasi ini pada pekan lalu. (*)

Terkait

news

China Blokir Aplikasi Clubhouse

  • Esy Gracia
  • 22 Feb 2021
Banner Kanan
Logo follow bolong