Baca dalam 3 menit

Wisata Pedesaan di Qinghai Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Waktu Publish : 29 Jun 2020, 19:00 WIB
SHARE ARTIKEL

Wisata Pedesaan Desa Shibei - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Haidong, Bolong.id - Desa Shibei di Provinsi Qinghai, Tiongkok Barat Laut, sehari-harinya di bulan Juni 2020 disibukkan dengan wisatawan yang berduyun-duyun datang ke tempat itu. Deretan mobil terlihat mengantri tak sabar ingin masuk untuk melihat lokasi wisata, yang dipenuhi dengan bunga-bunga indah. Di desa Shibei, Distrik Ping’an, Kota Haidong, Provinsi Qinghai, obyek wisata pedesaan telah menjadi sarana untuk mencegah kemiskinan bagi penduduk setempat.

Desa Shibei adalah desa kuno yang memiliki pemandangan yang indah, tempat tinggal etnis minoritas Tiongkok. Meskipun diberkahi dengan air jernih dan pegunungan hijau, desa ini termasuk desa miskin. Untuk membantu penduduk desa keluar dari kemiskinan, pemerintah daerah sudah menginvestasikan sebesar 5,6 juta yuan, atau sekitar Rp 11 miliar, untuk mengembangkan pariwisata pedesaan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki, seperti keindahan alam dan budaya masyarakatnya.

Desa ini menyediakan layanan pariwisata seperti jalan-jalan, katering, dan akomodasi. Selain itu, pemerintah daerah telah berupaya untuk membuat desa tersebut agar menjadi lebih indah, meningkatkan layanannya, meluncurkan proyek hiburan dengan karakteristik pedesaan, seperti pertanian dan hiking, dan mengembangkannya menjadi wisata utama pedesaan. Langkah-langkah tersebut sukses memperluas saluran pendapatan masyarakat di desa tersebut.

Melansir people.cn, berkat proyek pariwisata pedesaan, Desa Shibei bisa bangkit dari kemiskinan, dengan pendapatan per kapita dari rumah tangga miskin meningkat menjadi 5.500 yuan atau sekitar Rp 11 juta, pada tahun 2017, yang tadinya hanya sebanyak 2.429 yuan atau sekitar Rp 4.9 juta, pada tahun 2015. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, desa tersebut semakin terkenal dan menarik semakin banyak turis dan berhasil mencapai pendapatan per kapita sebanyak 13.256 yuan atau sekitar Rp 26,5 juta, pada tahun 2019.

Tak hanya di Tiongkok, di Indonesia juga banyak daerah pedesaan yang diubah menjadi obyek wisata, untuk mengurangi angka kemiskinan. Salah satunya berada di wilayah Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Gunung Kidul pada tahun 2018 sebesar 17,12 persen, atau turun 1,5 persen, daripada tahun 2017, yang berjumlah 18,65 persen, dan pada 2016 yang berada di angka 19,34 persen. Pemerintah kabupaten menargetkan agar pada tahun 2021, wisata pedesaan di daerah ini mampu menurunkan kemiskinan menjadi hanya 15 persen saja.


Terkait

news

Perusahaan Tiongkok di India Didiskriminasi

  • Della Shafira Putri
  • 18 Aug 2020

business

Ritel Online Tiongkok Saat COVID-19: Barang Pertanian Naik, ...

  • Della Shafira Putri
  • 01 Aug 2020

business

Hah? TikTok Kembangkan Sistem Iklan Untuk UKM?

  • Yohana Intan
  • 26 Jul 2020

business

Startup Fashion Indonesia Sorabel Akan Ditutup

  • Yohana Intan
  • 25 Jul 2020

technology

Jaringan Internet 5G Dukung Pengembangan Bisnis Pertanian di...

  • Yohana Intan
  • 19 Jul 2020

business

Konsumsi Ekonomi Digital Tingkatkan Lapangan Kerja di Tiongk...

  • Della Shafira Putri
  • 19 Jul 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong