Baca dalam 4 menit

Indonesia Libatkan 1.620 Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19

Waktu Publish : 21 Jul 2020, 11:49 WIB
SHARE ARTIKEL

Ilustrasi Vaksin Sinovac - Image from Reuters

Bandung, Bolong.id - Vaksin COVID-19 asal Tiongkok sudah tiba di PT. Bio Farma, Bandung pada Minggu (19/7/20) lalu. Pekan ini setelah diberikan izin dari Komite Etik Penelitian Kesehatan, dijadwalkan memulai uji klinis fase III atas CoronaVac, kandidat vaksin COVID-19 produksi Sinovac Biotech, Tiongkok.

“Kita menunggu izin dari Komite Etik. Karena Komite Etik baru rapat pada Kamis (23 Juli 2020) ini. Nah, setelah ada izin Komite Etik, baru kita lanjutkan jadwal dan rencana kerja untuk melakukan uji klinis,” ujar Prof. Kusnandi, Ketua Tim Riset dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada Senin (20/7/20).

Tak hanya di Indonesia, beberapa negara di seluruh dunia pun melakukan uji klinis fase III yang mayoritas mulai dilaksanakan pada Juli dan Agustus ini. Di antaranya Amerika Serikat, Brasil, Bangladesh, Inggris, dan Jerman.

Uji Klinis Fase III di Sejumlah Negara - Image from Gavi.org/Raps.org/Tim Riset MI-NRC

Prof. Kusnandi mengatakan, melakukan uji klinis ini yang terpenting adalah vaksin aman dan efektif dalam membunuh kuman. Uji klinis tersebut akan dilakukan kepada 1.620 subjek dan proses penyuntikkan akan dilakukan di enam tempat, yakni Rumah Sakit Pendidikan Unpad, kampus Unpad Dipati Ukur, serta 4 Puskesmas di Kota Bandung. Ia menjelaskan uji klinis yang akan dilakukannya ini merupakan fase III. Adapun fase I dan II sudah dilakukan di Tiongkok dan dipastikan berhasil.

“Saya harap uji klinis vaksin ini dapat berjalan lancar. Vaksin ini berupa virus yang dimatikan sehingga perlu beberapa kali suntikan. Sayangnya vaksin ini kita berikan pada orang dewasa umur 18-59 tahun karena semakin tua ia semakin rentan terhadap penyakit. Semoga dari 1620 peserta penelitian ini dapat berjalan lancar dan efek sampingnya kecil sekali. Karena vaksin virus mati ini sangat aman,” ujar Prof. Kusnandi.

Prof. Kusnandi menambahkan, tahap uji klinis pada 1620 relawan dengan usia antara 18-59 tahun ini diharuskan adalah orang-orang yang sehat. Sebelumnya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu mengenai kesehatannya, jika sehat maka diperbolehkan untuk ikut uji klinis. Karena vaksin tersebut diberikan pada orang sehat, setelah mendapat vaksin maka tidak boleh sakit, harus tetap sehat karena vaksin berbeda dengan obat.

Secara terpisah, Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengungkapkan uji klinis fase III tersebut dijadwalkan berlangsung selama enam bulan. Uji tersebut ditargetkan akan selesai pada Januari 2021. Apabila uji klinis ini lancar, Bio Farma akan memproduksinya pada Q1 2021 dan Bio Farma sudah mempersiapkan fasilitas produksi di Bio Farma dengan kapasitas sebanyak 250 juta dosis.

Honesti pun mengungkapkan alasan pemilihan Sinovac sebagai mitra. “Metode pembuatan vaksin oleh Sinovac sama dengan kompetensi Bio Farma saat ini. Dengan metode inaktivasi tersebut, Bio Farma sudah memiliki pengalaman dalam pembuatan vaksin, seperti vaksin Pertusis.” (*)


Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong