Baca dalam 3 menit

Film Sacrifice Raih Rp219 Miliar di Pertunjukan Perdana

Waktu Publish : 24 Oct 2020, 12:46 WIB
SHARE ARTIKEL

Seorang wanita dan putrinya menonton cuplikan film Sacrifice - Image from GT

Beijing, Bolong.id - Sacrifice, film yang disutradarai oleh aktor top Tiongkok Guan Hu 关虎 untuk memperingati 70 tahun Tentara Relawan Rakyat Tiongkok (Chinese People's Volunteers; CPV) masuk ke Republik Demokratik Rakyat Korea (Democratic People's Republic of Korea; DPRK) dalam Perang Melawan Agresi AS dan Membantu Korea (1950-53)). 

Film itu meraup pendapatan lebih dari CNY 100 juta (USD 15 juta atau Rp219 miliar) di box office pada hari pertama, menempatkannya di jalur untuk menjadi salah satu film terlaris tahun ini.

Film tersebut dirilis pada Jumat (23/10/20), hari ketika Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato penting untuk memperingati perang. Meski bukan akhir pekan, tetapi kinerja box office membuktikan bahwa penonton Tiongkok sangat ingin menonton film tentang Perang Melawan Agresi AS dan Membantu Korea, karena mereka merasakan meningkatnya patriotisme dari peringatan perang dan di tengah ketegangan Tiongkok-AS saat ini, kata pengamat.

Publik Tiongkok telah merasakan meningkatnya permusuhan dan bias dari pemerintah AS. Peringatan 70 tahun perang telah menciptakan suasana di mana rakyat Tiongkok ingin melihat kemenangan melawan AS di bioskop, dan dengan menonton film tersebut, mereka dapat memberikan penghormatan dan terima kasih kepada para martir dan veteran perang.

Seorang penduduk Shanghai bermarga Jiang, yang menonton film itu bersama suaminya, mengatakan kepada Global Times pada Jumat (23/10/20) bahwa "itu sangat mengesankan dan menyentuh. Beberapa tentara yang berkorban rerata baru berusia 16 atau 17 tahun, sama seperti putra saya. Saya harus telah membawanya menonton film untuk memberi tahu dia bahwa kehidupan damai yang kita nikmati hari ini sangat sulit diperoleh."

Seorang anggota staf bioskop yang berbasis di Beijing bermarga Wu berkata, "Hari ini adalah hari kerja tetapi masih menarik banyak orang, dan lebih dari sepertiga tiket kami terjual pada siang hari. Setelah akhir pekan ini, box office akan melihat peningkatan tajam."

Pengamat memperkirakan bahwa film tersebut kemungkinan akan menjadi film dengan pendapatan kotor tertinggi tahun ini. Rekor box-office dipegang oleh Eight Hundred, film perang lainnya yang meraup USD 460 juta (Rp6,7 triliun) tahun ini.

Guan Hu, sutradara dari Sacrifice dan Eight Hundred, mengatakan kepada wartawan di hari Rabu (21/10/20)  bahwa "Ibu saya juga seorang veteran perang yang dikirim ke Korea pada tahun 1952 ketika perang berada pada puncaknya, jadi, saya pun merasa bertanggung jawab untuk membuat film ini.” dan “gunakan narasi modern untuk memberi tahu orang-orang Tiongkok hari ini tentang bagaimana kita memenangkan perang itu 70 tahun yang lalu."

Tim produksi film terdiri dari sutradara dan aktor top Tiongkok. Selain Guan, ada dua sutradara lainnya, Lu Yang dan Guo Fan. Guo menyutradarai The Wandering Earth, film berpenghasilan kotor tertinggi ketiga di Tiongkok. Wu Jing, pemeran utama Wolf Warrior 2, film berpenghasilan tertinggi di Tiongkok, adalah pemeran utama film tersebut.

Film tersebut dibuat dalam kondisi yang sangat ketat. Karena situasi epidemi, film tersebut mulai syuting pada Agustus 2020, dan selesai pada 20 September 2020. Syuting film perang besar-besaran dalam sebulan sulit bagi siapa pun di seluruh dunia, kata pengamat.

Guo mengatakan kepada Global Times pada Jumat (23/10/20) bahwa "kami memobilisasi 5.000 orang dalam tiga hari selama pembuatan film, dan memiliki 2.600 orang yang mengerjakan efek khusus."

Guo mengatakan, baginya yang paling menyentuh dari film ini adalah pengorbanan para prajurit CPV. "Dalam pikiran mereka, melindungi tanah air dan negara adalah yang mereka inginkan. Karena pengorbanan mereka, kami dapat menonton film, juga Anda [reporter Global Times] dan saya dapat melakukan wawancara ini sekarang," demikian dilansir dari Global Times. (*)

Terkait

culture

Film Sacrifice Raih Rp219 Miliar di Pertunjukan Perdana

  • Isna Fauziah
  • 24 Oct 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong