Porselen China Bersejarah di Istana Ottoman Dipamerkan di Istanbul

logo clock 4 Menit logo clock 08-10-2020, 07:01

Pameran porselen Tiongkok di Museum Istana Topkapi di Istanbul (2/10/20) - Image from Xinhua

Istanbul, Bolong.id - Mencakup area seluas lebih dari 5.250 meter persegi, dapur istana di sisi Eropa Istanbul pernah memberi makan lebih dari 5.000 orang per hari, selama masa kejayaan Kekaisaran Ottoman.

Asap yang terus menerus keluar dari total sepuluh cerobong asap besar Istana Topkapi, memiliki pemandangan yang mencolok jika dilihat dari bagian kota di Asia, yang dulunya merupakan simbol kekuasaan dan kemakmuran kerajaan.

"Untuk membuat dapur dan meja istana menjadi lebih megah dan indah, Sultan Ottoman pada abad ke-13 mulai mengumpulkan sampel porselen Tiongkok yang paling indah," ujar Omur Tufan, Manajer Koleksi Porselen Museum Istana Topkapi, kepada Xinhua.

Merupakan simbol kekayaan besar bagi para sultan untuk menyajikan hidangan dalam contoh porselen langka dan unik ini di pesta pernikahan, upacara khitanan, dan hari-hari penting lainnya, menurut manajer.

Sekarang, hampir 12.000 koleksi porselen Tiongkok dipajang di Museum Istana Topkapi, mengungkapkan kronologi sejarah tak terputus dari evolusi porselen Tiongkok dari abad ke-13 hingga ke-19.

"Inilah yang telah terpelihara dengan baik dan tetap ada hingga saat ini," kata Tufan. Sejarawan percaya bahwa jumlah sebenarnya dari porselen Tiongkok yang digunakan di istana Ottoman lebih dari 100.000, tetapi kebanyakan hilang atau hancur dalam beberapa gempa bumi dan kebakaran.

Tufan mengatakan, beberapa dari barang-barang ini disajikan sebagai hadiah dari pejabat negara tingkat tinggi atau perwakilan diplomatik asing, dan sebagian besar dari koleksi tersebut dipindahkan dari Tiongkok ke istana melalui Jalur Sutra kuno.

"Hingga awal 1700-an, Tiongkok adalah satu-satunya produsen porselen di dunia, dan potongan yang dihasilkannya sangat indah dan bernilai, yang dikenal sebagai Emas Putih," lanjutnya.

"Kekaisaran Ottoman, di sisi lain, tidak tahu bagaimana membuatnya karena mereka tidak terbiasa dengan teknologi. Oleh karena itu, para sultan sangat tertarik pada produk-produk ini, menganggap sangat penting menggunakannya sebagai simbol kebangsawanan," tambahnya.

Menurut Tufan, salah satu jenis porselen Tiongkok yang paling disukai di dapur istana adalah celadon karena diyakini bisa berubah warna atau pecah ketika ditambahkan racun.

“Karena itu, para sultan biasanya makan di piring yang terbuat dari celadon,” ujarnya.

"Mereka juga menyukai yang berwarna kuning, yang dikenal sebagai kuning Kaisar, dan mereka menggunakan potongan ini selama bulan suci umat Islam (Ramadan), karena warna itu melambangkan kebangsawanan dan juga kesederhanaan," tambah Tufan.

Kemudian pada abad ke-16, seniman Tiongkok mulai menulis beberapa ayat Al-Qur'an di atas porselen. Selama periode ini, negara-negara Muslim dan Sultan Ottoman membeli banyak sampel untuk digunakan sebagai perangkat makan malam, tambah Tufan.

Deniz Esemenli, seorang pensiunan akademisi dan penulis beberapa buku tentang sejarah Ottoman, mengatakan porselen Tiongkok mendominasi dan menghiasi tidak hanya istana Ottoman tetapi seluruh dunia hingga abad ke-16.

"Tiongkok memprakarsai dan secara signifikan berkontribusi pada pengembangan produksi porselen di Kekaisaran Ottoman," ujar Esemenli kepada Xinhua.

"Mulai abad ke-19, seniman Turki telah menghasilkan banyak karya dengan meniru pola Tiongkok, dan kebanyakan terinspirasi dari sampel biru dan putih," katanya. (*)



Pameran porselen Tiongkok di Museum Istana Topkapi di Istanbul (2/10/20) - Image from Xinhua





Penulis : Isna Fauziah
Editor : Edwin Adriaansz

Terkait

Arkeolog Temukan Patung Ulat Sutera Berusia 6.000 Tahun di Cina Utara

 

logo clock 29-10-2020, 11:52
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Pameran Pariwisata China-ASEAN Expo Bakal Digelar di China Selatan

 

logo clock 28-10-2020, 13:22
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Universitas China Terima Lebih Banyak Siswa Penyandang Disabilitas

 

logo clock 28-10-2020, 13:19
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Lestarikan Warisan Audiovisual di Hari Warisan Audiovisual Sedunia

 

logo clock 28-10-2020, 12:10
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Program Baca Bahasa Mandarin Pertama untuk Anak-Anak Diluncurkan

 

logo clock 28-10-2020, 12:07
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral