Taiwan Minta Bantuan AS, Ketegangan dengan China Meningkat

logo clock 3 Menit logo clock 07-10-2020, 10:34

Ketegangan China dan Taiwan Semakin Menjadi - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Partai Kuomintang (KMT) dalam "Legislatif Yuan" Taiwan mengajukan dua Rancangan Undang-Undang, meminta pihak berwenang pulau tersebut untuk meminta bantuan AS dalam melawan Partai Komunis Tiongkok dan untuk melanjutkan hubungan diplomatik dengan AS. 

Langkah tersebut diyakini secara luas akan mengecoh Partai Progresif Demokratik (Democratic Progressive Party; DPP) dan menempatkan DPP dalam posisi yang sulit.

Hu Xijin (胡锡进), pemimpin redaksi surat kabar Global Times dan juru bicara bahasa Inggris utama Beijing untuk dunia, menuliskan kekesalannya di surat kabar Global Times kepada Taiwan.

Kemarahannya diarahkan pada partai oposisi KMT di badan legislatif Taiwan karena mengajukan RUU yang memajukan hubungan yang lebih dekat dengan Amerika Serikat. Pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen saat ini juga mendukung hubungan AS terhadap protes Tiongkok, dan karena itu, tindakan KMT berarti bahwa sebagian besar badan legislatif saat ini memusuhi Beijing.

“Namun terlepas dari niat di balik langkah tersebut, para legislator KMT diyakini telah terbangun ‘di sisi ranjang’ yang salah. Mereka telah terjerembab dan menjadi ‘vulgar’. Mereka akan melakukan apa saja untuk menghilangkan kepasifan politik mereka di pulau Taiwan. Mereka pecundang,” ujar Hu Xijin (胡锡进).

“Dilihat dari mentalitas pecundang KMT, jelas bahwa kita tidak boleh mengandalkan mereka untuk perdamaian lintas Selat di masa depan dan reunifikasi nasional.”

Hu (胡) melanjutkan, “Sisi baiknya, pengkhianatan para politisi itu telah membantu daratan Tiongkok melihat dengan jelas apa yang terjadi di pulau tersebut. Kita tidak boleh lagi menahan ilusi. Satu-satunya jalan ke depan adalah bagi daratan untuk sepenuhnya mempersiapkan diri untuk perang dan memberi pasukan pemisahan diri Taiwan hukuman yang menentukan kapan saja. Ketika arogansi pasukan pemisahan diri terus membengkak, titik balik sejarah semakin dekat.”

Hu (胡) menyimpulkan, “Sudah dapat dipastikan bahwa status pulau Taiwan saat ini hanyalah periode singkat dalam sejarah yang pasti akan segera berakhir.”

Inisiatif untuk mengakhiri periode ini sambil meminimalkan kerugian dan memaksimalkan keuntungan menuju kebangkitan Tiongkok dalam prosesnya berada di tangan Tiongkok Daratan.

“Semakin banyak masalah yang ditimbulkan Taiwan, semakin cepat daratan akan memutuskan untuk memberi pelajaran yang sulit bagi pasukan kemerdekaan Taiwan,” ujar Hu (胡), dikutip dari Global Times. (*)

Penulis : Isna Fauziah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Zhao Lijian: China Tak Pernah Cari Musuh, Fokus Makmurkan Rakyat

 

logo clock 22-10-2020, 15:02
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kenang Semangat Perang Putera Mao Zedong 1950, Inspirasi bagi Pelajar Sekarang

 

logo clock 22-10-2020, 14:37
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Xi Jinping Serukan Hormati Pahlawan, Itu Energi Besar Peremajaan Bangsa

 

logo clock 22-10-2020, 14:22
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Perangi COVID-19, Kedubes China Sumbang Alat Bantu Napas ke Filipina

 

logo clock 22-10-2020, 14:09
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Terjadi Diskrimasi Terhadap Pelajar China, China Desak AS untuk Hentikan

 

logo clock 22-10-2020, 10:29
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Viral