Baca dalam 3 menit

AS Gigih Larang TikTok Beroperasi di Sana

SHARE ARTIKEL

Ilustrasi - Image from CGTN

Washington, Bolong.id - Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Minggu (1/11/20) bahwa mereka akan "dengan penuh semangat membela" negaranya, melarang TikTok beroperasi di sana. Demikian dilaporkan Reuters, Selasa (3/11/20).

Pernyataan itu muncul setelah keputusan Hakim Distrik A.S. Wendy Beetlestone pada Jumat (30/10/20) melarang TikTok milik ByteDance beroperasi di AS mulai 13 November 2020.

Beetlestone memerintahkan agensi tersebut untuk melarang hosting data di AS untuk TikTok, layanan pengiriman konten, dan transaksi teknis lainnya.

Tercatat bahwa kasus Beetlestone diajukan bukan oleh perusahaan, tetapi oleh tiga penggunanya yang telah membangun pengikut di aplikasi: Douglas Marland, seorang komedian dari Pennsylvania's Bucks County, bersama dengan perancang busana California Selatan Cosette Rinab dan Connecticut musisi Alec Chambers.

"Kami senang hakim telah menghentikan larangan ini, yang melebihi kewenangan Presiden berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional, yaitu bagian dari Undang-undang yang mencerminkan komitmen mendalam bangsa kita terhadap kebebasan berpendapat," kata kuasa hukum mereka, Ambika Kumar Doran, dalam pernyataan yang disiapkan.

Kepala global sementara TikTok Vanessa Pappas mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (30/10/20) bahwa "sangat tersentuh oleh curahan dukungan dari para pencipta kami, yang telah bekerja untuk melindungi hak mereka untuk berekspresi, karir mereka, dan untuk membantu usaha kecil, terutama selama pandemi. "

Terkait pernyataan terbaru Departemen Perdagangan, TikTok enggan berkomentar.

Ini bukan tantangan pengadilan pertama untuk upaya tindakan keras Trump terhadap TikTok. Pada akhir September 2020, Hakim Distrik AS Carl Nichols menunda perintah administrasi Trump yang akan melarang TikTok dari toko aplikasi ponsel cerdas.

Pembicaraan tentang kesepakatan antara ByteDance, Oracle Inc. dan Walmart sedang berlangsung untuk menyelesaikan perjanjian awal bagi kedua perusahaan AS untuk mengambil saham di anak perusahaan ByteDance, TikTok Global.

Berdasarkan kesepakatan itu, Oracle dan Walmart akan menjadi "penyedia teknologi tepercaya" TikTok, yang bertanggung jawab atas keamanan data pengguna AS, tindakan yang diambil untuk mengatasi masalah keamanan pemerintah AS. (*)

Terkait

international

AS Gigih Larang TikTok Beroperasi di Sana

  • Isna Fauziah
  • 04 Nov 2020
Logo follow bolong