Lama Baca 3 Menit

Tiongkok: AS Prioritaskan Kepentingan Politik, Tangani COVID-19

30 June 2020, 15:57 WIB

Tiongkok: AS Prioritaskan Kepentingan Politik, Tangani COVID-19-Image-1

Zhao Lijian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok - Image from Gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id – Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) sedang mengambil pendekatan berbeda untuk mengatasi wabah COVID-19, di mana Tiongkok ingin memprioritaskan kesehatan masyarakat, sedangkan AS memprioritaskan kepentingan politik. Pernyataan itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian (赵立坚), dalam sebuah jumpa pers pada hari Senin (29/6/2020), sebagai tanggapan atas serangan dari Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, kepada perihal penanganan virus COVID-19 di Tiongkok.

Diketahui bahwa, pada hari Minggu (28/6/2020), Pompeo melalui cuitannya di Twitter, menuduh kalau Tiongkok sengaja menutupi wabah di kota Wuhan. Menanggapi tweet Pompeo itu, Zhao Lijian (赵立坚) memberikan pernyataan bahwa dalam penanganan virus COVID-19, Tiongkok sudah secara transparan telah mengikuti saran profesional yang diberikan oleh WHO dengan melakukan penangguhan operasi sosial dan ekonomi, serta mengambil langkah tegas termasuk penguncian wilayah untuk memblokir penyebaran virus. Zhao (赵立坚) menekankan bahwa Tiongkok memberikan prioritas untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat, serta berupaya dengan segala cara untuk menyelamatkan pasien yang sedang dirawat dalam perang melawan COVID-19.

Sementara menurut Zhao Lijian (赵立坚), AS memprioritaskan kepentingan pribadi mereka dalam politik. Dalam penanganan wabah, AS cenderung meremehkan dan menolak mengikuti saran para ilmuwan mereka, AS bahkan sengaja mengalihkan kesalahan dan tanggung jawab mereka ke negara lain, yang berujung pada situasi yang serius di AS. Kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di AS sudah tercatat hampir 2,54 juta orang, dengan jumlah kematian hampir 130 ribu orang, jumlah tersebut masing-masing 30 kali dan 27 kali lebih besar dibandingkan jumlah kasus yang dikonfirmasi, dan kasus kematian di Tiongkok. Dilaporkan juga bahwa sepertiga dari kematian akibat COVID-19 di AS merupakan pasien yang sedang dalam masa perawatan di rumah.

Penanganan wabah COVID-19 di AS dinilai sangat buruk, hal itu tentunya membingungkan banyak orang, mengingat AS merupakan negara yang memiliki teknologi medis yang paling maju dan yang paling matang di dunia. Zhao Lijian (赵立坚) pun mendesak agar AS mau menghormati fakta dan sains, serta berhenti berbohong. “Kami kembali menyarankan Pompeo dan politisi AS lainnya untuk memprioritaskan penanggulangan wabah dan menyelamatkan nyawa pasien yang dirawat di rumah di sana sesegera mungkin, dan membuang pendekatan yang salah dalam menempatkan kepentingan pribadi politik di atas kehidupan masyarakat,” ujar Zhao Lijian (赵立坚), dilansir dari laman news.cgtn.com.