Baca dalam 3 menit

5 Fakta Tentang Dual Circulation, Konsep Ekonomi Baru China

SHARE ARTIKEL

5 Fakta Tentang Dual Circulation, Konsep Ekonomi Baru China - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Istilah dual circulation (sirkulasi ganda) baru-baru ini menjadi perhatian media massa Tiongkok. Istilah ini pertama kali diutarakan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping, pada pertemuan Politburo, Komite Eksekutif Partai Komunis Tiongkok.

Xi sempat menyinggung dual circulation sebagai salah satu jalan keluar menghadapi krisis ekonomi sebagai imbas pandemi COVID-19. Konsep ini bersandar pada penguatan ekonomi domestik sembari mengurangi ketergantungan pada integrasi ekonomi global. Dilansir dari The Strait Times, Jumat (20/10/2020), berikut lima fakta tentang dual circulation yang harus kamu ketahui!

1. Memanfaatkan pasar domestik Tiongkok

Dengan hampir 1,4 miliar penduduk, pasar domestik Tiongkok sangatlah besar. Oleh karena itu, pada saat pertemuan politburo, Tiongkok didesak untuk sepenuhnya memanfaatkan keuntungan dari skala super-besar pasar Tiongkok dan potensi permintaan domestik guna membentuk pola pembangunan baru yang menampilkan sirkulasi ganda domestik dan internasional yang saling melengkapi satu sama lain.

Pada pertemuan komite pusat untuk memperdalam reformasi secara keseluruhan yang diselenggarakan pada 1 September, Presiden Xi menekankan bahwa percepatan pembentukan pola pembangunan baru yang menampilkan sirkulasi ganda adalah reformasi tingkat dalam yang sistematis mengenai situasi keseluruhan negara

2. Pandemi COVID-19 memaksa Tiongkok mereformasi ekonominya

Pandemi COVID-19 yang telah menjangkit lebih dari 45 juta orang di lebih dari 215 negara memaksa Tiongkok melakukan reformasi ekonomi melalui dual circulation. 

Menurut perkiraan Bank Dunia, output ekonomi dunia diperkirakan menyusut 5,2 persen tahun ini. Kegiatan ekonomi di antara negara-negara maju diproyeksikan menyusut 7 persen tahun ini karena permintaan domestik sangat terganggu.

Meskipun Tiongkok diperkirakan masih mengalami ekspansi ekonomi sebesar 1,6 persen tahun ini, kondisi eksternal yang sulit juga dialami Tiongkok, menyusutnya permintaan barang-barang Tiongkok pasti akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

3. Xi Jinping ingin pengusaha swasta juga fokus mengembangkan ekonomi dalam negeri

Bersamaan dengan komitmen reformasi ekonomi, Xi sempat bertemu dengan sejumlah pengusaha. Dia menepis segala tuduhan bahwa dual circulation akan menjadi awal untuk mengakhiri keterbukaan Tiongkok. Dia juga menekankan keterbukaan ekonomi dan memperlakukan bisnis asing secara setara.

Namun, Xi menyerukan kepada para pengusaha untuk menempatkan penguatan ekonomi dalam negeri setara dengan perdagangan luar negeri. Xi meminta mereka memiliki rasa tanggung jawab untuk mengembangkan Tiongkok.

4. Dual circulation menuntut peningkatan pangsa ekonomi Tiongkok

Bukan persoalan mudah bagi Tiongkok untuk meningkatkan pangsa ekonominya. Pada 2019, pangsa ekonominya tercatat 38,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh dibandingkan Amerika Serikat yang mencapai 66 persen PDB.

Agar konsumsi Tiongkok secara luas sejalan dengan negara berkembang lainnya, rumah tangga biasa harus mencakup setidaknya 10-15 poin persentase dari PDB, yang tidak akan mudah, kata profesor keuangan Michael Pettis di Universitas Peking.

Ini akan membutuhkan pendalaman restrukturisasi domestik untuk memperluas orientasi pasar ekonomi, meningkatkan produktivitas, menyamakan kedudukan bagi sektor swasta, dan meningkatkan jaring pengaman sosial untuk meningkatkan konsumsi, pungkas Dr Wang Tao, kepala ekonomi Asia dan kepala ekonom Tiongkok di UBS Investment Bank.

Sebagai bagian dari transisi ke konsumsi domestik, Dewan Negara Tiongkok mengeluarkan pedoman pada bulan Juni untuk membantu eksportir menjual barang ke pasar domestik. Tetapi tidak mudah bagi eksportir untuk mengubah alur perdagangan meereka karena adanya berbagai masalah yang harus dihadapi seperti pengembangan produk, distribusi dan perpajakan, hingga hambatan sisi permintaan yang menghambat konsumsi, menavigasi kompleksitas perdagangan daring, serta kebiasaan berbelanja dan selera konsumen yang berubah dengan cepat.

5. Prioritas pemerintahan 2021-2025

Belum dapat dipastikan kapan dual circulation akan diimplementasikan dalam kebijakan konkret. Saat ini, pejabat tinggi Beijing sedang menyusun rencana ekonomi-politik lima tahunan untuk periode 2021-2025.

Dual circulation diharapkan masuk dalam prioritas tersebut, sehingga bisa segera dilakukan pembahasan dengan tokoh politik lainnya. Dengan kata lain, skema dual circulation baru akan diketahui ketika rencana tersebut dirilis. (*)

Terkait

bisnis

Dampak Covid-19, Ekonomi Tiongkok "Goyang", Bikin Indonesia ...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional Telah Keluarkan 12...

  • Bolong team
  • 31 Mar 2020

berita

Mulai 1 April 2020, Makau Bagikan Uang Kepada Penduduknya

  • Bolong team
  • 01 Apr 2020

bisnis

COVID-19 Membuat Industrial Bank Meluncurkan Layanan Penyela...

  • Bolong team
  • 20 Apr 2020

bisnis

Zhengzhou Bagikan Kupon Belanja Senilai 1 Triliun Untuk Meni...

  • Bolong team
  • 02 Apr 2020

bisnis

IMF Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok akan Rebound ...

  • Bolong team
  • 15 Apr 2020
Logo follow bolong